Wisnus ke DIY Turun 9,15 Persen pada Agustus, Dispar Siapkan Strategi
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Ilustrasi ekspor impor (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Agustus 2023 nilai ekspor DIY mencapai 40,1 juta dolar naik 7,22% secara bulanan atau (month-to-month/mtm) dibandingkan Juli 2023 sebesar 37,4 juta dolar. Akan tetapi secara tahunan atau (year-on-year/yoy) turun 14,50% di mana pada Agustus 2022 nilai ekspornya sebesar 46,9 juta dolar.
Ekspor DIY pada Agustus 2023 tercatat 99,50% adalah ekspor barang-barang hasil industri pengolahan. Secara bulanan mengalami peningkatan 7,26%, tapi secara tahunan turun 14,56%.
BACA JUGA : Disperindag DIY Membidik Pasar Ekspor Gudeg dan Salak ke Arab Saudi Tahun Depan
"Perkembangan ekspor pada Agustus 2023 mencapai 40,1 juta dolar, ini mengalami kenaikan 7,22% dibandingkan dengan kondisi Juli 2023," kata Statistisi Ahli Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono .
Pangsa ekspor paling tinggi ke Amerika Serikat (AS) dengan nilai 15,7 juta dolar atau 39,15%. Kemudian disusul Jerman dan Jepang dengan persentase masing-masing 9,23% dan 6,98%. Berdasarkan kawasan masih didominasi Uni Eropa sekitar 25,94%, sementara Asean 1,75%.
"Komoditas yang utama masih didominasi tiga komoditas yakni pakaian jadi bukan rajutan, lalu perabot, penerangan rumah, dan barang-barang dari kulit. Dari pertemuan terakhir kami dengan asosiasi pengusaha ekspor, sebenarnya punya potensi adalah kelompok barang-barang hasil makanan ini bagian yang perlu didorong untuk bisa menjadi bagian ekspor DIY," jelasnya.
Share dari tiga komoditas utama pada periode Januari - Agustus 2023 untuk pakaian jadi bukan rajutan 113,8 juta dolar atau 36,70%, perabot, penerangan rumah sebesar 37,7 juta dolar atau 12,16%, dan barang-barang dari kulit sebesar 34,6 juta dolar atau 11,16%.
"Kami juga dapat informasi bahwa ada beberapa kelompok yang cukup dominan yaitu ekspor paper bag. Ini potensi baru bagi Yogyakarta untuk jadikan paper bag bagian dari ekspor," lanjutnya.
BACA JUGA : Nilai Ekspor DIY Melesat 3,74%, Paling Tinggi ke AS
Sementara itu, perkembangan impor DIY pada Agustus 2023 mencapai 9,2 juta dolar, capaian ini sama dengan Juli 2023 atau tidak ada perubahan. Jika dibandingkan Agustus 2022 mengalami penurunan 12,38% di mana impor tahun lalu 10,5 juta dolar.
Negara asal impor DIY paling besar adalah Tiongkok dengan nilai 3,6 juta dolar atau 39,13%. Disusul Hongkong dengan nilai 2,5 juta dolar atau 27,17%, dan AS 1,1 juta dolar atau 11,96%.
"Komoditas utama yang diimpor DIY kain rajutan sebagai bahan baku komoditas ekspor meliputi 18,48% atau 1,7 juta dolar. Dan secara kumulatif kain rajutan mencapai 14,9 juta dolar [periode Januari - Agustus 2023]."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp2,08 miliar dari setoran pejabat pemkab dan potongan upah pungut.
KPK mengusut dugaan korupsi dana darurat BNPB, termasuk pengadaan Rp148 miliar, dugaan suap, dan penyitaan barang bukti Rp5,47 miliar.
Itel A300+ menawarkan layar belakang 2,01 inci, baterai 7.000 mAh, Android 16 Go, dan kamera 13 MP. Simak spesifikasi lengkapnya.
Pertamina menyiapkan stok 48 juta liter BBM di Bali, 66 SPBU beroperasi 24 jam, serta pembatasan pembelian dan sistem ganjil-genap.
Harga BBM 17 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo belum berubah. Simak daftar harga bensin dan diesel terbaru.