Wisnus ke DIY Turun 9,15 Persen pada Agustus, Dispar Siapkan Strategi
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Ilustrasi ekspor impor (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menargetkan tahun depan bisa ekspor komoditas makanan gudeg dan salak ke Arab Saudi tahun depan. Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan calon pembeli untuk dua komoditas ini sudah ada.
Akan tetapi untuk ekspor gudeg masih diperlukan beberapa persyaratan sertifikasi. Bahan baku gudeg seperti krecek dan lainnya masing-masing harus dilengkapi dengan sertifikasi.
"Ini yang baru kami garap, dua, gudeg dan salak, dua-duanya buyernya udah ini. Mudah-mudahan bisa gol sehingga tahun depan bisa ekspor," ucapnya, Jumat (13/10/2023).
Untuk komoditas salak kerja sama dilakukan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini sedang dilakukan penelitian agar komoditas salak bisa bertahan lama sampai ke Arab Saudi. Syam belum bisa memastikan kapan tepatnya ekspor dua komoditas ini bisa dilakukan tahun depan.
"Tergantung juga nanti hasil penelitian UGM, bagaimana sertifikasinya IKM. Bicara market jangan ditanya lagi, makanan apa saja siap terima. Tapi kan kita bicara kualitas dan kuantitas," katanya.
BACA JUGA: Syahrul Yasin Limpo Dijemput Paksa KPK, Presiden Jokowi: Hormati Langkah Hukum
Konsumen makanan ini di Arab Saudi selain untuk orang Arab sendiri, juga untuk orang Indonesia yang sedang menjalankan ibadah Haji atau Umroh. "Orang Indonesia, tapi orang Arab juga pada suka kok, buah salak merupakan buah eksotik dan mahal di sana."
Lebih lanjut dia menyampaikan, selain komoditas makanan, paper bag juga potensial untuk ekspor. Beberapa IKM sudah mulai berproduksi. Sementara ekspor lain untuk fashion, kayu, sarung tangan, dan lainnya tengah turun, paper bag naik seiring dengan tren yang mengarah ke barang yang lebih ramah lingkungan.
"Ini potensi naik [paper bag] karena kalau kita bicara paper bag kan sekarang mengarah ke go green. Jadi ini peluang cukup bagus semoga akan kami tingkatkan kembali untuk meningkatkan usaha kita," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perjalanan Wisnus ke DIY turun 9,15% pada Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 29,64% secara tahunan. Dispar siapkan strategi hadapi low season.
Bank Jateng dan Kemenag Jawa Tengah memperkuat kerja sama layanan perbankan, penyaluran gaji pegawai, pembayaran digital QRIS, serta pengembangan ekonomi
KPK menyebut Nusron Wahid absen dalam dua panggilan pemeriksaan karena agenda lain dan perjalanan dinas ke Malaysia.
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Batuk lebih dari dua pekan, demam malam, dan berat badan turun bisa menjadi gejala TB. Kenali tanda-tandanya dan kapan harus periksa.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp2,08 miliar dari setoran pejabat pemkab dan potongan upah pungut.