Asita DIY Sebut Kelok 23 Bisa Buka Koridor Wisata Baru
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Perumahan/rumah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menyampaikan hunian dengan konsep smart living banyak diminati khususnya bagi milenial.
Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan diperkirakan trennya masih akan berlanjut di tahun ini. Menurutnya, untuk menghadirkan hunian berkonsep smart living REI DIY juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan penyedia layanan jasa di bidang telekomunikasi khususnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Misalnya dengan penyedia layanan internet Iconnet milik PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) anak usaha dari PT PLN (Persero) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).
"Dalam rangka melayani anggota agar kalau ingin menyediakan rumah yang berkonsep smart home living gitu cepat dan tidak ada kendala di kemudian hari," paparnya, Kamis (18/01/2024).
Ia berpandangan dari sisi perumahan dari dulu sudah ada visi dan aturan yang mewajibkan untuk membuat hunian yang layak. Baik dari sisi aksesibilitas, konstruksi keselamatan seperti kebakaran, dan lainnya.
Baca Juga
REI DIY Proyeksi Industri Properti Tumbuh 30% Tahun Depan, Ini Penyebabnya
Targetkan Kenaikan 20% Penjualan Properti Hingga Akhir Tahun, Ini Strategi REI DIY
Kabar Gembira! PPN Gratis untuk Rumah Baru Berlaku mulai November 2023
Kemudian dari sisi kenyamanan bisa dilihat dari lebar jalan, luas kavling, kemudian perbandingan antara luas tanah dan bangunan. Semua sudah diatur dan mengarah pada lingkungan yang sehat dan baik.
"Menumbuhkan semangat keluarga atau orang sampai rumah gak bosen, lebih qualified, kalau di luar itu saya belum tahu apa yang bakal jadi tren. Masih sama [tahun ini] smart home smart living," lanjutnya.
Dampak Tahun Politik
Dari sisi penjualan tahun ini, ia optimis masih akan ada kenaikan. Optimis tahun politik tidak akan mengganggu masyarakat untuk memutuskan beli rumah atau investasi.
"Walau kami sendiri merasa ada sedikit kekhawatiran terhadap orang yang sangat merasakan terjadinya sesuatu di tahun politik, kan kadang menunda, kami harap masyarakat gak terlalu terpengaruh," ungkapnya.
Selain itu DPD REI DIY juga berharap Pemilu bisa berjalan baik, tidak terlalu ada benturan keras. Siapapun yang menang didukung, sebab jika terlalu keras bisa mengakibatkan pasar bereaksi tidak baik.
"Kalau satu putaran lebih cepat suasana kompetisi selesai, kalau masih lanjut dua putaran kami harap pasar gak terlalu negatif, gak pengaruhi pasar, reaksi pasar kadang-kadang cepat juga ke sektor riil perumahan ini,"lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.