TPID DIY Siapkan Dua Langkah Ini untuk Cegah Inflasi Pangan Jelang Ramadan

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 28 Februari 2024 18:07 WIB
TPID DIY Siapkan Dua Langkah Ini untuk Cegah Inflasi Pangan Jelang Ramadan

Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersiap melakukan mitigasi seasonal jelang Ramadan bulan depan. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan perlu ada upaya pengendalian dari hulu hingga hilir untuk menyikapi isu kenaikan harga dan ketersediaan beras.

Menurutnya, proses penyusunan kebijakan pengendalian inflasi pangan ke depan harus berlandaskan data sehingga penguatan neraca pangan antar daerah pada web TPID DIY dan pemanfaatan command center geo portal menjadi suatu urgensi. "Setiap keluarga di DIY wajib dipastikan memiliki akses bahan pangan yang cukup dan terjangkau," ucapnya dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (28/02/2024).

Kepala Perwakilan BI DIY, Ibrahim menyampaikan ada beberapa rekomendasi untuk mitigasi seasonal inflasi pangan jelang Ramadan dan Idulftri 2024. Pertama, penguatan data dan informasi terkait dengan pasokan serta optimalisasi pelaksanaan pengawasan di pasar khususnya di H+7 Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Kedua, untuk jangka panjang mitigasi bisa dilakukan melalui penguatan kelembagaan Segoro Amarto, fasilitasi penelitian dan pengembangan untuk mendorong efektivitas dan efisiensi produksi, optimalisasi lahan pekarangan/lahan tidur dalam rangka ketahanan pangan yang dapat dipantau melalui command center Pertanahan dan Tata Ruang, serta optimalisasi peran BUMD [Badan Usaha Milik Daerah] Taru Martani dalam distribusi komoditas pangan utama," paparnya.

Baca Juga

Inflasi DIY Lebih Tinggi dari Nasional, Ternyata Ini Alasannya

BPS: Inflasi DIY 2023 Capai 3,17%

Inflasi DIY Oktober 2023 3,44%, Biaya Pendidikan dan Beras Jadi Pemicu Utama

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati menyampaikan inflasi gabungan dua kota IHK di DIY berdasarkan hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 utamanya didorong oleh komoditas bensin dan beras, dengan bobot masing-masing 5,55% dan 5,18%.

Jumlah kunjungan wisata ke DIY yang diproyeksikan meningkat seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan tradisi mudik pada momen HBKN Idulfitri. Ini perlu diwaspadai menjadi pemicu tingginya tekanan inflasi dari sisi permintaan.

"Menyikapi sentimen terhadap kenaikan harga beras, data historis BPS menunjukkan kenaikan harga beras yang terjadi saat ini diiringi dengan peningkatan harga gabah kering giling (GKG) dan gabah kering panen (GKP) yang diterima petani sehingga diharapkan kesejahteraan petani masih terjaga," ungkapnya.

Beberapa upaya yang akan dilakukan oleh TPID DIY untuk mengantisipasi tekanan inflasi di antaranya operasi pasar secara merata di seluruh wilayah DIY, penyaluran beras SPHP, dan kerjasama penambahan pasokan dari daerah sekitar DIY. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online