Advertisement
BPS: Inflasi DIY 2023 Capai 3,17%

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY merilis data inflasi DIY untuk 2023 mencapai 3,17% (year-on-year/yoy) lebih tinggi dari angka nasional sebesar 2,61%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan meski lebih tinggi dari nasional tapi lebih rendah dari tahun sebelumnya. Sementara capaian inflasi secara bulanan atau (month-to-month/mtm) Desember 2023 sebesar 0,35%.
Advertisement
Dia menjelaskan inflasi Desember 0,35% masih lebih rendah dibandingkan Desember dua tahun sebelumnya pada 2022 dan 2021 masing-masing 0,65% dan 0,71%. Dan jika dibandingkan bulan November 2023 besaran inflasinya masih sama.
"Pada Desember 2023 perkembangan harga konsumen mengakibatkan terjadinya inflasi secara mtm 0,35% sehingga, inflasi secara tahunan 2023 untuk Yogyakarta 3,17%. Lebih tinggi dibandingkan nasional yang hanya 2,61%," ucapnya dalam konferensi pers di kantor BPS DIY, Selasa (2/01/2024).
Berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi paling tinggi disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Inflasinya mencapai 1,20% dengan andil 0,28%. Kedua kelompok kesehatan dengan inflasi 0,62% berikan andil 0,02%, dan ketiga adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 0,40% dan andil 0,02%.
Baca Juga
Inflasi Desember 2023 Didominasi Kenaikan Harga Beras
Inflasi Desember 2023 Diproyeksi Naik Jadi 0,60 Persen
Inflasi DIY Oktober 2023 3,44%, Biaya Pendidikan dan Beras Jadi Pemicu Utama
Jika diamati berdasarkan andil komoditas paling dominan disumbang oleh cabai merah dengan andil 0,09%, kemudian bawang merah dan emas perhiasan masing-masing 0,03%. Lalu tomat, cabai rawit, angkutan udara, gula pasir, rokok putih masing-masing andil 0,02%, sementara tempe dan rokok kretek memiliki andil 0,01%.
"Kemudian komoditas penghambat pertama adalah daging ayam ras dengan andil -0,05%, kembang kol, bahan bakar rumah tangga, daging sapi masing-masing 0,01%," jelasnya.
Perubahan harga dan andil komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi terhadap inflasi Desember 2023 pertama adalah cabai merah di mana selama tiga bulan berturut-turut mengalami inflasi. Dan pada Desember 2023 inflasi 29,64% dengan andil 0,09%. Inflasi cabai merah pada Desember 2023 sudah melambat dibandingkan November 36,71%.
Kedua adalah bawang merah di mana dalam dua bulan terakhir mengalami inflasi setelah deflasi pada Oktober 2023. Andil inflasi pada November dan Desember 2023 masing-masing 0,03%. Kemudian disusul tomat dan emas perhiasan.
"Komoditas yang memberikan andil deflasi daging ayam ras dimana tiga bulan berturut-turut alami deflasi. Pada Desember 2023 5,35% andil 0,05%, kemudian kembang kol setelah Oktober dan November inflasi, pada Desember deflasi 19,97% dengan andil 0,01%. Disusul bahan bakar rumah tangga dan daging sapi," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan inflasi tahunan 3,17% jika dilihat secara grafik lebih rendah dibandingkan inflasi 2022 yang mencapai 6,49%, tapi lebih tinggi dari 2021 sebesar 2,29%.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, paling tinggi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 7,58% selama 2023 dan berikan andil 1,72%. Kedua kelompok kesehatan inflasinya 4,40% tapi andilnya hanya 0,11%. Bobotnya lebih rendah dibandingkan dengan makanan, minuman ,dan restoran yang alami inflasi 3,92% tapi andil 0,48%
"Perubahan harga berikan andil inflasi yoy Desember 2023 pertama adalah beras di mana inflasi yoy nya Desember 19,43 persen dan dari komoditas beras ini saja berikan andil 0,58 persen, kemudian rokok kretek filter di mana pada Desember secara yoy inflasinya 15,18 persen dengan andil 0,25 persen," jelasnya.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pada Desember 2023 terjadi inflasi 0,41% secara bulanan atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) 116,08 pada November 2023 menjadi 116,56 pada Desember 2023.
"Angka inflasi tahunan Desember yoy sama dengan inflasi tahun tahun kalender ytd sebesar 2,61%. Tingkat inflasi Desember 2023 adalah yang tertinggi sepanjang 2023," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Penjelasan Tentang Kebijakan Tarif Donald Trump dan Dampaknya untuk Indonesia
- RI dan Amerika Serikat Perkuat Hubungan Diplomatik
- Gedung Putih Ungkap Alasan Rusia dan Korut Tak Kena Tarif Trump
- Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Naik Rp17.000
- Berikut Dampak Kebijakan Trump Terhadap Harga Emas dan Nilai Tukar Rupiah Menurut Pakar
Advertisement

Libur Lebaran, Pantai Glagah Kulonprogo Dipadati Puluhan Ribu Wisatawan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Daya Beli Melemah, Penjualan Properti di DIY Anjlok hingga 30 Persen
- Ada Pergeseran Masa Tanam, DPKP DIY Perkirakan Luas Panen di Awal Tahun Meningkat
- Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Naik Rp17.000
- Harga Emas Hari Ini, Turun ke Rp1,819 juta per Gram
- Gedung Putih Ungkap Alasan Rusia dan Korut Tak Kena Tarif Trump
- DPR Sarankan RI Dorong WTO Sehatkan Perdagangan Global
- RI dan Amerika Serikat Perkuat Hubungan Diplomatik
Advertisement
Advertisement