OJK DIY: Literasi Pasar Modal Masih Sangat Rendah

Anisatul Umah
Anisatul Umah Jum'at, 07 Juni 2024 18:17 WIB
OJK DIY: Literasi Pasar Modal Masih Sangat Rendah

Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan

Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan DIY menyebut literasi dan inklusi keuangan bidang pasar modal masih sangat rendah.

Kepala OJK Perwakilan DIY, Parjiman mengatakan berdasarkan data dari survei literasi dan inklusi keuangan 2022, secara nasional literasi bidang pasar modal baru 4,11% dan inklusinya 5,19%.

Menurutnya kondisi di DIY tidak jauh beda dengan nasional, masih di bawah 10% untuk literasi dan inklusi keuangannya di bidang pasar modal. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk melakukan pendalaman literasi dan inklusi.

"[literasi dan inklusi] Pasar modal memang masih kurang, karena yang mengenal pasar modal beda dengan perbankan," ucapnya, Jumat (7/6/2024).

Dia menyebut untuk bidang perbankan literasi dan inklusinya sudah sampai masyarakat pelosok. Berbeda dengan pasar modal yang hanya diketahui oleh kalangan tertentu saja seperti mahasiswa dan pelajar yang melek pendidikan.

Baca Juga

BEI DIY: Tahun Politik Kondusif Pasar Modal 2024 Akan Tumbuh Positif

Di Jogja, Tukang Parkir Jadi Investor Pasar Modal loh

Tingkatkan Literasi Pasar Modal, OJK DIY Gelar Sosialisasi SIPF dan Trading Competition

Masyarakat yang mengenal pasar modal biasanya masyarakat yang sudah mengenal digitalisasi. Parjiman menyebut ini bukan hanya pekerjaan rumah di DIY, tetapi seluruh Indonesia.

"Kalau kita ke kampung kan jarang yang mengenal pasar modal. Jadi kami harus kenalkan lebih jauh ke masyarakat," lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan salah satu upaya mendorong literasi dan inklusi bidang pasar modal melalui Galeri Investasi (GI) BEI. GI BEI di seluruh Indonesia memiliki peran strategis sebagai sentra informasi dan edukasi pasar modal bagi masyarakat.

Memenuhi kebutuhan informasi tentang cara berinvestasi di pasar modal kepada masyarakat. Selain itu, keberadaan GI BEI juga menjadikan pasar modal lebih dekat dengan masyarakat.

"Literasi pasar modal harus terus dilakukan sehingga masyarakat memahami cara berinvestasi di pasar modal dengan benar," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online