Stasiun Yogyakarta Jadi yang Tersibuk, Layani 317.201 Penumpang pada Agustus
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Nano Prawoto memperkirakan inflasi DIY masih akan berlanjut di September 2024. Setelah sebelumnya pada Agustus 2024 terjadi inflasi 0,05% secara bulanan.
Menurutnya ada kemungkinan inflasi akan lebih tinggi dibandingkan Agustus 2024. Sebab efek permintaan barang sudah mulai terasa untuk antisipasi akhir tahun.
"Kalau September menurut saya masih ada inflasi tipis," ucapnya, Rabu (25/9/2024).
Ia menjelaskan tren inflasi di akhir tahun khususnya di DIY akan meningkat. Seiring dengan peningkatan permintaan barang dan jasa atau disebut dengan demand pull inflation.
Khususnya peningkatan permintaan sektor makanan dan jasa wisata, menyambut libur Natal dan Tahun Baru. Dan di awal 2025 pada Februari dan Maret, dilanjut momen puasa dan lebaran akan mendorong peningkatan inflasi.
"Inflasi mengalami peningkatan karena melonjaknya permintaan makan, sandang, jasa wisata, jasa akomodasi, wisata," lanjutnya.
Senada, Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo juga memprediksi pada September 2024 DIY akan kembali mengalami inflasi di range 0,05% - 0,15%.
Dia mengatakan beras masih akan jadi salah satu komoditas yang mendorong inflasi di DIY. Di sisi lain September ini mahasiswa DIY sudah mulai kuliah khususnya mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Sehingga kemungkinan ada peningkatan demand.
"Beberapa komponen yang berkaitan dengan kuliah, SPP atau nanti biaya hidup mahasiswa akan sedikit terkerek," kata Sri.
BACA JUGA: Inflasi DIY Agustus 2024 Capai 0,05%, Harga Kopi Bubuk Jadi Salah Satu Pemicunya
Masa kampanye Pilkada yang sudah dimulai ada pengaruhnya juga meski diperkirakan pengaruh maksimalnya baru akan dirasakan pada Oktober. Permintaan untuk sound system hingga konsumsi akan meningkat.
Di satu sisi baik karana akan mendorong pertumbuhan ekonomi, di sisi lain juga akan mendorong inflasi. Tapi dia menyebut benefitnya akan lebih besar.
"Dugaan saya sampai akhir tahun akan merambat naik. DIY yang berat kalau akhir tahun di tiket, karena musim liburan."
Sebelumnya, pada Agustus 2024 DIY mengalami inflasi 0,05% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) terjadi inflasi 2,33%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,58%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan lima komoditas paling dominan mendorong inflasi Agustus 2024 secara bulanan adalah beras dengan andil 0,04%, kemudian bensin 0,04%, emas perhiasan 0,03%, cabai rawit 0,02%, dan kopi bubuk sebesar 0,02%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Presiden Prabowo Subianto menjajal LRT Kelapa Gading-Manggarai bersama pelajar dan Pramono Anung. Layanan untuk masyarakat mulai 17 September.
PBB mengecam serangan Houthi ke infrastruktur sipil dan energi Arab Saudi serta mendesak keamanan pelayaran di Laut Merah.
Kota Magelang didorong menjadi percontohan integrasi CKG dan penanganan TBC untuk mempercepat penemuan serta pengobatan kasus.
Kelurahan Patangpuluhan melatih pengurus Bank Sampah mengolah galon bekas menjadi hiasan bunga bernilai guna dan ekonomi.
Dehidrasi dapat meningkatkan beban kerja jantung dan mengganggu fungsi ginjal. Kenali tanda kekurangan cairan dan cara mencegahnya.