Pengusaha RI Punya Waktu 3 Bulan Penuhi Standar Eropa
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Saham - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com JAKARTA—Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto menilai, para pelaku pasar modal tengah menanti hasil negosiasi kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Pasalnya hasil negoisasi itu menjadi penentu arah pasar ke depan di tengah tekanan global akibat perang dagang yang memanas.
Sebagaimana diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 596,33 poin atau 9,16 persen ke posisi 5.914,28 pada pembukaan perdagangan Selasa.
"Pasar saat ini menunggu kejelasan hasil dari negosiasi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah AS. Harapannya tentu tercapai kesepakatan yang tidak hanya meredakan ketegangan, tetapi juga menguntungkan kedua negara," kata Rully, di Jakarta, Selasa (7/4/2025).
BACA JUGA: IHSG Hari Ini Diperkirakan Rebound
Pelemahan IHSG juga diikuti dengan merosotnya bursa global akibat kebijakan tarif impor tinggi dari Pemerintah AS. Merespons kebijakan tarif resiprokal tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Washington DC.
Sebelumnya pada Rabu (2/4), Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif balasan terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia yang dikenai tarif sebesar 32 persen untuk berbagai produk ekspor.
Kepanikan di pasar domestik kian meningkat, karena Indonesia tergolong sebagai negara yang cukup bergantung pada perdagangan internasional dan arus investasi asing. Rully memandang situasi ini membuat pasar saham dalam negeri rentan terhadap gejolak eksternal, terlebih setelah libur panjang Lebaran yang sempat membuat aktivitas perdagangan terhenti.
"Ketika perdagangan dilanjutkan setelah libur panjang Lebaran, pasar saham Indonesia diperkirakan akan menghadapi risiko penurunan yang signifikan akibat tekanan eksternal," ujarnya.
Adapun dari sisi global, sentimen negatif juga datang dari Wall Street yang juga terkoreksi signifikan. Pada perdagangan Senin (7/4), indeks S&P 500 dan Dow Jones sama-sama melemah di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan inflasi yang dipicu oleh sikap keras Presiden Trump terhadap mitra dagang utama, terutama China.
Jika negosiasi RI-AS berhasil mencapai titik temu, maka tekanan terhadap IHSG dapat mereda dalam jangka pendek. "Pasar berharap akan adanya kesepakatan dagang yang bisa menguntungkan kedua belah pihak, dan menghindari dampak negatif dari perang dagang," kata Rully.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan penanganan OPM di Papua dilakukan melalui operasi keamanan dan pendekatan teritorial secara kolaboratif.
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.