IHSG Pekan Depan Diproyeksi ke 6.215, Ini Sentimen Pendorongnya

Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa Sabtu, 10 Oktober 2026 07:27 WIB
IHSG Pekan Depan Diproyeksi ke 6.215, Ini Sentimen Pendorongnya

Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak pada rentang 6.000–6.215 pada perdagangan pekan depan setelah kembali menembus level psikologis 6.000. Pemulihan indeks ditopang oleh technical rebound setelah koreksi sebelumnya, serta penurunan harga minyak di tengah meredanya kekhawatiran pasar terhadap ketegangan geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai perkembangan hubungan AS dan Iran menjadi salah satu sentimen eksternal yang memengaruhi pergerakan pasar saham. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai pembicaraan dengan Iran turut meredakan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Trump menyatakan sedang melakukan pembicaraan dengan Iran dan tidak akan melancarkan serangan terhadap negara tersebut sebelum pemilihan umum sela. Ia juga menyebut pengiriman minyak mentah dalam jumlah besar tengah melintasi Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan energi dunia. Sebelumnya, potensi gangguan pasokan dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga minyak dan menekan sentimen investor.

"Dengan mempertimbangkan kombinasi sentimen eksternal dan indikator teknikal tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000–6.215 pada pekan depan," tulis tim riset Phintraco Sekuritas, Jumat (9/10/2026).

IHSG Ditutup Menguat 1,04%

Proyeksi penguatan IHSG tersebut muncul setelah indeks saham domestik mencatatkan kenaikan pada akhir pekan ini. Pada perdagangan Jumat (9/10/2026), IHSG ditutup menguat 1,04% atau naik 62,87 poin ke level 6.093,76.

Sebelum berbalik menguat, IHSG sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level 5.995. Indeks kemudian bangkit dan kembali bertahan di atas level psikologis 6.000.

Pemulihan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar menjelang perdagangan pekan depan. Tim riset Phintraco Sekuritas menempatkan level 6.000 sebagai area penopang penting untuk menjaga momentum pemulihan indeks.

Sebaliknya, level 6.215 menjadi sasaran penguatan jangka pendek yang perlu dicermati investor. Pergerakan IHSG pada rentang tersebut tetap dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan indikator teknikal.

Penjualan Ritel Indonesia Menunjukkan Perbaikan

Selain perkembangan geopolitik global, kondisi ekonomi domestik turut menjadi perhatian dalam membaca arah pergerakan IHSG.

Penjualan ritel Indonesia tumbuh 1,3% secara tahunan atau year on year (YoY) pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan 1,1% pada Juli 2026.

Perbaikan pertumbuhan penjualan ritel menjadi salah satu perkembangan ekonomi domestik yang menyertai pergerakan pasar saham pada akhir pekan ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah juga mengalami penguatan. Pada perdagangan Jumat (9/10/2026), rupiah menguat 0,21% ke level Rp17.884 per dolar AS.

Level 6.000 Jadi Penopang IHSG Pekan Depan

Dengan IHSG ditutup pada level 6.093,76, area 6.000 menjadi salah satu level penting yang perlu diperhatikan pada perdagangan pekan depan. Bertahannya indeks di atas area tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pemulihan setelah tekanan hingga level 5.995.

Di sisi lain, investor dapat mencermati level 6.215 sebagai sasaran penguatan jangka pendek berdasarkan proyeksi Phintraco Sekuritas.

Perkembangan hubungan AS dan Iran, pergerakan harga minyak, kondisi rupiah, serta indikator teknikal menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau arah IHSG.

Meski demikian, rentang 6.000–6.215 merupakan proyeksi pergerakan indeks, bukan kepastian bahwa IHSG akan mencapai level tertentu pada pekan depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online