IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat, BRIDS Rekomendasikan 4 Saham

Hafiyyan
Hafiyyan Senin, 12 Oktober 2026 08:17 WIB
IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat, BRIDS Rekomendasikan 4 Saham

Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026). Meski demikian, pergerakan indeks masih berpotensi dipengaruhi sentimen global, terutama imbal hasil US Treasury, indeks dolar Amerika Serikat (AS), dan harga minyak mentah.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan IHSG menguat 1,04% ke level 6.093,76 pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026). Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level terendah intraday di 5.995,82 di tengah tekanan jual pada sesi perdagangan sebelumnya.

Dalam publikasi risetnya, Reza menekankan penguatan IHSG masih membutuhkan konfirmasi dari arus dana asing dan stabilisasi sentimen global.

"Penguatan IHSG masih perlu dikonfirmasi oleh keberlanjutan arus dana asing dan stabilisasi sentimen global," paparnya dalam publikasi riset.

Sentimen Global dan Data Ekonomi AS Jadi Perhatian

Dari dalam negeri, pelaku pasar mendapat dukungan dari perkembangan penjualan ritel Indonesia. Pada Agustus 2026, penjualan ritel tumbuh 1,3% secara tahunan atau year-on-year (YoY), meningkat dibandingkan pertumbuhan 1,1% pada Juli 2026.

Kinerja tersebut mencatatkan pertumbuhan selama dua bulan berturut-turut. Namun, arah pergerakan IHSG pada awal pekan masih akan dipengaruhi sejumlah indikator eksternal dan domestik.

Investor akan mencermati imbal hasil US Treasury, indeks dolar AS atau DXY, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR), serta harga minyak mentah Brent. Pergerakan indikator tersebut menjadi perhatian di tengah risiko inflasi dan sikap hawkish bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed.

Selain itu, data perdagangan China yang dijadwalkan pada awal pekan turut menjadi perhatian pasar. Investor juga akan menunggu rilis data inflasi AS atau consumer price index (CPI) pada Rabu (14/10/2026).

Agenda ekonomi berlanjut pada Kamis (15/10/2026), ketika data producer price index (PPI) dan penjualan ritel AS dijadwalkan dirilis.

Data-data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed. Dampaknya juga dapat terlihat pada pergerakan arus dana menuju negara-negara pasar berkembang atau emerging markets.

Level Support dan Resistance IHSG

Secara teknikal, area 5.996–6.000 menjadi level support penting yang perlu dipertahankan IHSG. Sementara itu, level 6.100 menjadi resistance terdekat yang perlu dicermati investor.

Apabila IHSG kembali menembus ke bawah level 6.000, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju area 5.854. Sebaliknya, jika indeks mampu bertahan di atas level psikologis tersebut, peluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat masih terbuka.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan indeks sekaligus perkembangan sentimen global sebelum menentukan strategi transaksi.

Rekomendasi Saham BRIDS Senin 12 Oktober 2026

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi terhadap empat saham untuk perdagangan Senin (12/10/2026). Tiga saham masuk kategori buy, sedangkan satu saham mendapat rekomendasi sell.

Berikut daftar rekomendasi saham BRIDS berdasarkan publikasi riset yang dikutip Bisnis.com.

PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Rekomendasi: Buy
Harga penutupan: Rp8.100
Target harga: Rp8.400–Rp8.850
Stop loss: di bawah Rp7.800
Strategi: Swing trade

PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF)

Rekomendasi: Buy
Harga penutupan: Rp785
Target harga: Rp800–Rp825
Stop loss: di bawah Rp75
Strategi: Day trade

PACK

Rekomendasi: Buy
Harga penutupan: Rp488
Target harga: Rp470–Rp488
Stop loss: di bawah Rp450
Strategi: Day trade

DOOH

Rekomendasi: Sell
Harga penutupan: Rp270
Target harga: Rp238

Rekomendasi tersebut merupakan pandangan analis untuk perdagangan pada tanggal yang disebutkan. Pergerakan harga saham tetap dipengaruhi kondisi pasar dan berbagai risiko, sehingga investor perlu mempertimbangkan profil risiko serta melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online