Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Dunia, RI Waspada
Harga pangan dunia naik pada Maret 2026 akibat konflik Timur Tengah. Indonesia berpotensi terdampak inflasi pada komoditas impor.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengingatkan potensi lonjakan harga aneka cabai menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Cuaca hujan yang berlangsung sejak awal November menjadi faktor utama yang dikhawatirkan memengaruhi pasokan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan komoditas cabai selalu menjadi perhatian khusus setiap akhir tahun. Momentum Nataru juga kerap beriringan dengan curah hujan tinggi yang mengganggu produksi.
“Biasanya kan kalau Nataru yang perlu diantisipasi adalah cabai. Kami sudah koordinasi terus. Cabai itu biasanya kalau akhir tahun sama awal tahun. Tapi ini karena cuaca, hujan terus. Jadi sebenarnya bukan karena mau Nataru,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Kemendag, kata Budi, terus berkoordinasi dengan lintas kementerian/lembaga serta Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) untuk memastikan pasokan tetap aman.
“Kami koordinasi terus dengan asosiasi petani, jangan sampai pasokan terganggu. Biasanya setiap akhir tahun kami komunikasi. Kementan juga, Bapanas,” ujarnya.
Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Sabtu (22/11/2025) pukul 12.00 WIB, harga cabai rawit merah nasional berada di posisi Rp42.947/kg, masih dalam rentang harga acuan penjualan (HAP) Rp40.000–Rp57.000/kg. Cabai merah keriting tercatat Rp53.196/kg, sementara cabai merah besar Rp53.396/kg.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pasokan cabai tertekan tingginya curah hujan di sejumlah sentra produksi, memicu kenaikan harga di tingkat petani dan konsumen. Meski demikian, rata-rata harga cabai merah nasional pada pekan kedua November tercatat turun 4,04% dibandingkan Oktober menjadi Rp52.979/kg.
“Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga cabai merah dari 136 minggu lalu, kini 164 kabupaten/kota. Bahkan di Kabupaten Nduga harga mencapai Rp200.000 per kilogram,” kata Amalia dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2025, Senin (17/11/2025).
Sejumlah daerah sentra juga mengalami hambatan produksi hingga kasus gagal panen, yang menekan distribusi ke wilayah nonsentra. Dampaknya, index perubahan harga (IPH) meningkat signifikan.
Kabupaten Tambrauw mencatat harga cabai merah rata-rata Rp99.500/kg pada pekan kedua November, dengan kenaikan IPH 86,33% atau 80,91% di atas batas HAP. Adapun Kabupaten Boven Digoel berada di level Rp98.750/kg, atau 79,55% di atas batas atas HAP dengan kenaikan IPH 30,48%.
Menurut Amalia, yang paling dirasakan konsumen adalah tingginya harga akhir yang harus dibayar di pasar. “Ketika harga sudah tinggi, itulah yang dirasakan konsumen sehingga mereka menilai harga cabai mahal,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga pangan dunia naik pada Maret 2026 akibat konflik Timur Tengah. Indonesia berpotensi terdampak inflasi pada komoditas impor.
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist