Inflasi Juli 2026 Diperkirakan Turun, Cabai dan Bawang Jadi Faktor

Newswire
Newswire Minggu, 02 Agustus 2026 18:57 WIB
Inflasi Juli 2026 Diperkirakan Turun, Cabai dan Bawang Jadi Faktor

Inflasi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Bank Mandiri memperkirakan laju inflasi Indonesia pada Juli 2026 melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas pangan serta meredanya tekanan dari kelompok harga yang diatur pemerintah, meski inflasi inti diperkirakan mengalami kenaikan.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026 mencatat inflasi sebesar 0,03 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi 0,44 persen (mtm) yang terjadi pada Juni 2026.

“Kami memprediksi inflasi domestik yang rendah pada Juli,” kata Andry di Jakarta, Minggu.

Secara tahunan, Bank Mandiri memperkirakan inflasi mencapai 3,06 persen (year-on-year/yoy) pada Juli 2026.

Harga Pangan Diperkirakan Turun

Andry menjelaskan kelompok volatile food atau harga pangan bergejolak diproyeksikan mengalami deflasi sebesar 1,12 persen (mtm) pada Juli. Kondisi tersebut berbalik dari inflasi 0,14 persen (mtm) yang tercatat pada Juni 2026.

Menurutnya, penurunan harga terutama didorong oleh melimpahnya pasokan setelah memasuki puncak panen sejumlah komoditas hortikultura.

Harga cabai merah dan bawang merah diperkirakan menjadi penyumbang utama deflasi karena mengalami penurunan setelah periode panen berlangsung.

Tekanan Harga BBM Mulai Mereda

Kelompok administered price atau harga yang diatur pemerintah diperkirakan masih mencatat inflasi sebesar 0,10 persen (mtm). Namun, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan 1,41 persen (mtm) pada Juni 2026.

Perlambatan inflasi kelompok ini terjadi seiring berkurangnya dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dilakukan pada Juni lalu.

Biaya Pendidikan Dorong Inflasi Inti

Di sisi lain, inflasi inti (core inflation) diperkirakan meningkat menjadi 0,29 persen (mtm) dari 0,23 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut dipicu oleh faktor musiman, terutama pengeluaran pendidikan pada awal tahun ajaran baru.

Bank Mandiri memperkirakan pembayaran uang sekolah memberikan kontribusi sekitar 0,06 poin persentase terhadap inflasi bulanan secara keseluruhan.

BPS Umumkan Data Resmi pada 3 Agustus

Proyeksi Bank Mandiri tersebut akan mendapatkan kepastian setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data resmi inflasi Juli 2026 pada Senin (3/8/2026).

Selain angka inflasi, BPS juga dijadwalkan mengumumkan sejumlah indikator ekonomi lainnya, meliputi data ekspor dan impor Juni 2026, Indeks Harga Perdagangan Besar Juli 2026, Nilai Tukar Petani Juli 2026, perkembangan pariwisata Juni 2026, perkembangan transportasi Indonesia Juni 2026, serta hasil Kerangka Sampel Area (KSA) mengenai luas panen dan produksi padi maupun jagung hingga Juni 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online