Kuota LPG 3 Kg 2026 Diproyeksi Jebol, Ini Penyebabnya
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Negara-negara anggota G7 sepakat melepas hingga 100 juta barel minyak dari cadangan strategis selama empat bulan untuk menekan lonjakan harga energi, terutama diesel.
Melansir Euronews pada Minggu (4/10/2026), pelepasan cadangan minyak tersebut akan dikoordinasikan melalui International Energy Agency (IEA).
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin negara G7 menyebut sebagian besar pasokan diesel dari langkah tersebut akan mulai tersedia dalam 20 hari pertama.
Presiden Prancis Emmanuel Macron yang saat ini memegang kepemimpinan G7 mengatakan negara-negara anggota telah menyepakati langkah bersama untuk meredakan tekanan terhadap harga energi.
"Kami akan melaksanakan komitmen kami melalui pelepasan terkoordinasi melalui IEA sebesar 100 juta barel yang akan segera dimulai selama empat bulan," demikian kutipan pernyataan G7.
Tekanan AS di Tengah Kenaikan Harga Diesel
Kesepakatan pelepasan cadangan tersebut diambil setelah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat agar negara-negara anggota G7 menggunakan cadangan strategis di tengah kenaikan harga diesel dan pengetatan pasokan.
Sebelumnya, pada Jumat (2/10/2026), Komisi Eropa menolak apa yang disebutnya sebagai "ancaman" Amerika Serikat untuk memaksa negara-negara Eropa mengambil langkah serupa.
Namun, percakapan telepon antara Macron dan Presiden AS Donald Trump pada Jumat malam tampaknya mendorong Prancis mengambil tindakan.
Langkah tersebut juga dilatarbelakangi kekhawatiran mengenai dampak kemungkinan larangan ekspor diesel oleh AS.
Selain pelepasan cadangan minyak, paket kebijakan G7 mencakup langkah untuk meningkatkan produksi kilang. Negara-negara anggota juga berkomitmen tidak membatasi perdagangan energi dan produk minyak di antara negara-negara mitra.
100 Juta Barel Setara 830.000 Barel per Hari
Jika dilepas secara merata selama empat bulan, sebanyak 100 juta barel minyak tersebut setara dengan sekitar 830.000 barel per hari.
Meski demikian, dampak kebijakan tersebut terhadap pasar akan bergantung pada kecepatan masing-masing negara dalam melepas cadangannya serta seberapa banyak minyak tersebut pada akhirnya dapat diolah menjadi diesel.
Pelepasan minyak mentah dari cadangan strategis tidak secara otomatis meningkatkan pasokan diesel di pasar.
Minyak mentah terlebih dahulu harus diproses di kilang. Kapasitas pengolahan, logistik, serta jenis minyak mentah yang tersedia akan menentukan seberapa besar volume bahan bakar yang akhirnya dapat disalurkan kepada konsumen.
Pelepasan cadangan tersebut berpotensi memberikan sedikit kelonggaran terhadap pasokan energi menjelang musim dingin. Pada periode tersebut, permintaan terhadap diesel dan berbagai produk olahan minyak lainnya biasanya meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
AS mengerahkan sekitar 9.000 personel tambahan ke Timur Tengah dan berpotensi menempatkan tiga kapal induk di kawasan tersebut.
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Menpora Cup 2026 menjadi ajang mengukur hasil pembinaan atlet boling sekaligus mencari peboling potensial untuk persaingan nasional dan internasional.
Skrining psikososial pekerja perlu memakai instrumen tervalidasi dan disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan serta karakteristik pekerja.