Harga Energi Naik, Negara G7 Sepakat Melepas 100 Juta Barel Minyak
G7 sepakat melepas hingga 100 juta barel minyak dari cadangan strategis selama empat bulan untuk menekan harga energi.
Petugas memeriksa instalasi CNG di salah satu rumah warga di Sleman, Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia atau PGN Gagas, terus berupaya memperluas pemanfaatan CNG melalui skema klasterisasi jaringan gas rumah tangga. /Istimewa-Bisnis\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah tengah menyiapkan compressed natural gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg) sebagai alternatif liquefied petroleum gas (LPG) untuk kebutuhan masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyebut harga CNG berpotensi lebih murah 30%-40% dibandingkan LPG.
Saat ini, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bersama Lemigas sedang menguji tabung CNG berkapasitas 3 kg. Pengujian tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum gas alternatif itu dapat digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Bahlil menjelaskan CNG berpeluang menjadi pilihan pengganti LPG karena memanfaatkan gas bumi yang tersedia di dalam negeri. Menurut dia, penggunaan CNG juga bukan hal baru karena telah diterapkan pada sejumlah sektor usaha, termasuk restoran dan hotel.
"CNG ini sebenarnya sudah dipakai karena itu kan bagian sebenarnya hampir sama dengan jaringan gas (jargas) rumah tangga, di beberapa sektor seperti restoran dan hotel itu sudah memakai CNG. Selain itu, harganya (CNG) lebih murah sekitar 30% - 40%," kata Bahlil dalam acara peresmian Kilang LPG Cilamaya yang dipantau melalui siaran daring, Kamis (15/10/2026).
CNG Disiapkan untuk Menekan Impor LPG
Selain menawarkan potensi penghematan biaya, pemanfaatan CNG menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Bahlil menyampaikan impor LPG Indonesia saat ini mencapai sekitar 7 juta hingga 8 juta ton per tahun.
Sementara itu, konsumsi LPG nasional berada di kisaran 8,5 juta ton per tahun. Adapun kapasitas produksi LPG domestik disebut tidak lebih dari 1,8 juta ton per tahun.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mengembangkan pemanfaatan sumber energi yang tersedia di dalam negeri. Bahlil menilai Indonesia memiliki potensi gas bumi yang dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Penggunaan sumber energi domestik juga diharapkan dapat mengurangi pengeluaran devisa dan menekan beban subsidi energi. Karena itu, pengembangan CNG dinilai perlu dilanjutkan sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat.
Pemerintah Targetkan CNG 3 Kg Mulai Digunakan pada 2027
Kementerian ESDM menargetkan program CNG 3 kg sebagai substitusi LPG untuk masyarakat mulai diterapkan pada 2027. Namun, pemerintah masih harus mengevaluasi hasil pengujian dan mematangkan skema bisnis sebelum implementasi dilakukan secara lebih luas.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan proyek CNG telah menjalani pengujian selama satu bulan. Saat ini, pemerintah masih mengevaluasi hasil uji coba tersebut sekaligus menyiapkan skema bisnis yang akan digunakan.
Menurut Laode, proses evaluasi dan persiapan penerapan teknologi tersebut masih membutuhkan waktu beberapa bulan. Pemerintah berharap tahapan tersebut dapat diselesaikan sehingga program CNG bisa mulai dijalankan pada tahun depan.
“Jadi, ini nanti akan memakan waktu beberapa bulan lagi sehingga kami harapkan 2027 sudah bisa diimplementasikan, insyaallah,” ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta pada Rabu (14/10/2026).
Dengan target tersebut, CNG 3 kg dipersiapkan sebagai alternatif LPG bagi masyarakat, sembari pemerintah melanjutkan evaluasi teknis dan pematangan skema bisnis. Rencana penerapan pada 2027 masih bergantung pada penyelesaian tahapan persiapan yang sedang berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
G7 sepakat melepas hingga 100 juta barel minyak dari cadangan strategis selama empat bulan untuk menekan harga energi.
Pasar modest fashion global diproyeksikan mencapai US$444 miliar pada 2029. Indonesia punya peluang melalui wastra dan keunikan budaya.
IHSG anjlok 8,01% ke level 5.393,92 pada pembukaan 16 Oktober 2026. BEI memberlakukan trading halt selama 30 menit.
BPGMN akan melibatkan akademisi dan tenaga profesional untuk memetakan risiko kebakaran, memprediksi kekeringan gambut, serta memperkuat pengelolaan mangrove.
DPRD Bantul mendorong pelibatan UMKM dalam pameran untuk memperluas pemasaran produk lokal, meningkatkan daya saing, dan mendukung pariwisata.
Mentan Amran meninjau pengembangan benih Gamagora 7, kedelai, dan kakao di PIAT UGM. Kementan menyiapkan kerja sama lanjutan pada 2027.