Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp111.600 per Kg

Newswire
Newswire Selasa, 27 Oktober 2026 10:37 WIB
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp111.600 per Kg

Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi/Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Harga cabai rawit merah mencapai Rp111.600 per kilogram berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia. Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat Rp29.350 per kg.

Data yang dilansir di Jakarta pada Selasa pukul 10.00 WIB tersebut juga mencatat harga sejumlah komoditas pangan lain di tingkat pedagang eceran secara nasional, mulai dari bawang, beras, cabai, daging, gula, hingga minyak goreng.

Harga bawang merah tercatat Rp43.850 per kg, sedangkan bawang putih mencapai Rp43.550 per kg.

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp16.300 per kg dan kualitas bawah II Rp19.250 per kg. Beras kualitas medium I dijual Rp18.400 per kg, sedangkan medium II mencapai Rp19.300 per kg.

Adapun beras kualitas super I tercatat Rp19.450 per kg dan kualitas super II Rp18.700 per kg.

Harga sejumlah jenis cabai juga tercatat tinggi. Cabai merah besar mencapai Rp73.900 per kg, cabai merah keriting Rp100.400 per kg, sedangkan cabai rawit hijau dijual Rp79.400 per kg.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat Rp41.700 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I mencapai Rp164.800 per kg dan kualitas II Rp155.200 per kg.

Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.600 per kg, sedangkan gula pasir lokal Rp19.200 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp20.700 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp25.400 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II mencapai Rp24.150 per liter.

Memantau dan memperbarui informasi harga pangan secara berkala memberikan banyak keuntungan krusial, baik bagi masyarakat umum maupun pembuat kebijakan.

Dengan data harga yang akurat dan transparan, masyarakat dapat merencanakan anggaran rumah tangga secara lebih efektif, menghindari pembelian berlebihan, serta mengantisipasi lonjakan inflasi di tingkat lokal.

Selain itu, informasi yang selalu diperbarui membantu para pelaku UMKM dan pedagang pasar dalam menentukan strategi penetapan harga yang kompetitif tanpa merugi.

Dari sudut pandang makro, ketersediaan data harga pangan yang real-time menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk mendeteksi dini potensi kelangkaan komoditas, sehingga intervensi pasar seperti operasi pasar murah dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online