Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup dari Sektor Konstruksi, Lalu?

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Selasa, 08 Mei 2018 08:30 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup dari Sektor Konstruksi, Lalu?

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi./IST

Harianjogja.com, JOGJA—Sektor konstruksi masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi nasional masih di bawah ekspektasi Bank Indonesia dari 5,1% baru tercapai 5,06%, salah satunya penyebabnya belum meratanya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah di Indonesia. 

"DIY ini pertumbuhan ekonominya sudah cukup baik, sudah lebih tinggi dari nasional dengan capaian 5,3 persen. Jawa Tengah juga sudah lebih tinggi dari nasional," ujar Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia, Mirza Adityaswara seusai mengisi acara di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY, Senin (7/5/2018). 

Mirza menjelaskan industri manufaktur merupakan sektor yang paling banyak berkontribusi pada PDB Indonesia, namun industri ini pertumbuhannya masih berada di bawah 4,5%. Pun demikian dengan industri perdagangan yang tumbuhnya di bawah 5%, meski kontribusi pada PDB Indonesia sekitar 12%. 

"Sedangkan sektor konstruksi yang kontribusinya hanya sepuluh persen dari PDB nasional, tumbuhnya di atas lima persen. Akan tetapi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tidak cukup dari sektor ini. Karena kalau membangun infrastruktur, hasilnya jangka panjang," jelas Mirza. 

Dilihat dari sisi pertumbuhan per pulau, Pulau Sumatra dan Kalimantan masih perlu didongkrak. Pertumbuhan ekonomi di kedua pulau ini masih berada di bawah 4%. 

"Kalau Pulau Jawa sudah tumbuh di atas 5,3 persen. Makanya, kedua pulau itu perlu didorong, agar pertumbuhan ekonomi nasional bisa terdongkrak," imbuh Mirza.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online