Advertisement

Solar Subsidi Langka, Masyarakat Minta Harga Lebih Baik Dinaikkan

Minggu, 24 Maret 2013 - 16:19 WIB
Laila Rochmatin
Solar Subsidi Langka, Masyarakat Minta Harga Lebih Baik Dinaikkan

Advertisement

JOGJA -- Solar bersubsidi sulit ditemukan di SPBU di DIY. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Siswanto mengatakan berdasar hsil survei masyarakat lebih memilih harga solar dinaikkan daripada stok solar kiurang dan sulit ditemukan.

"Namun jika terjadi kekosongan, yang direpotkan kan juga masyarakat, pengusaha SPBU dan juga Pemda karena harus mengatur kuota," ujarnya, Minggu (24/3/2013).

Advertisement

Siswanto menambahkan, kebanyakan pelanggan mengaku tak keberatan jika harga solar bersubsidi itu dinaikan Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter.

"Kenapa tidak dinaikan saja sekalian daripada repot mengatur seperti sekarang ini, toh tujuannya sama untuk mengurangi subsidi pemerintah," katanya.

Menurutnya, jika harga dinaikkan, justru akan lebih meringankan jika dibandingkan dengan membeli solar non subsidi yang harganya mencapai Rp10.700 per liter. "Bayangkan jika mereka harus pakai yang non subsidi Rp10.700, berapa kali lipat mereka harus naikan tarif," tambahnya.

Lebih lanjut katanya, meski ada kelangkaan, namun menurutnya di DIY tidak sampai terjadi antrean panjang untuk mendapatkan solar seperti yang ada di kota-kota lain di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Jadwal KRL Jogja Solo Akhir Pekan Ini, 9-10 Desember 2023

Jogja
| Sabtu, 09 Desember 2023, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 06 Desember 2023, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement