Advertisement
Solar Subsidi Langka, Masyarakat Minta Harga Lebih Baik Dinaikkan
Advertisement
JOGJA -- Solar bersubsidi sulit ditemukan di SPBU di DIY. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Siswanto mengatakan berdasar hsil survei masyarakat lebih memilih harga solar dinaikkan daripada stok solar kiurang dan sulit ditemukan.
"Namun jika terjadi kekosongan, yang direpotkan kan juga masyarakat, pengusaha SPBU dan juga Pemda karena harus mengatur kuota," ujarnya, Minggu (24/3/2013).
Advertisement
Siswanto menambahkan, kebanyakan pelanggan mengaku tak keberatan jika harga solar bersubsidi itu dinaikan Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter.
"Kenapa tidak dinaikan saja sekalian daripada repot mengatur seperti sekarang ini, toh tujuannya sama untuk mengurangi subsidi pemerintah," katanya.
Menurutnya, jika harga dinaikkan, justru akan lebih meringankan jika dibandingkan dengan membeli solar non subsidi yang harganya mencapai Rp10.700 per liter. "Bayangkan jika mereka harus pakai yang non subsidi Rp10.700, berapa kali lipat mereka harus naikan tarif," tambahnya.
Lebih lanjut katanya, meski ada kelangkaan, namun menurutnya di DIY tidak sampai terjadi antrean panjang untuk mendapatkan solar seperti yang ada di kota-kota lain di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Di Jalur Ekstrem Patuk Gunungkidul Relawan Bergerak Tanpa Komando
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pajak Ekspor Batu Bara Belum Berlaku, Pemerintah Masih Hitung Dampak
- Lonjakan Penumpang KRL Jogja Tembus Ratusan Ribu Saat Lebaran
- Perputaran Uang Lebaran di Jogja Diperkirakan Tembus Puluhan Triliun
- BEI Yogyakarta: IHSG Bergejolak, Investor Lokal Justru Bertambah
- Harga Emas Antam Sabtu 28 Maret 2026 Melonjak, Ini Daftar Gramasinya
- Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Ayam dan Beras Ikut Naik
- Isu Dirut Bulog Jadi Kabais TNI Ternyata Tidak Benar
Advertisement
Advertisement




