Advertisement
BULOG DIY : Ini Kelebihan Kelemahan Pertanian Indonesia
Advertisement
Bulog DIY menyatakan pertanian Indonesia unggul di HPP, tetapi kalah dari sisi sistem.
Harianjogja.com, JOGJA-Harga pembelian pemerintah (HPP) beras di Indonesia lebih tinggi dibandingkan harga pasaran Thailand, Vietnam dan Myanmar yang dipatok rata-rata Rp6.000 per kg.
Advertisement
"Harga beli kita lebih bagus, Rp6.600. Cuma, Indonesia lemah di sistem sehingga biaya panen dan distribusi antarpulau yang menyebabkan harga beras cukup tinggi. Padahal produktifitas lahan bagus," kata Kepala Perum Bulog Divre DIY Langgeng Wisnu Adinugroho di kantornya, Jumat (9/1/2015).
Kondisi tersebut tidak lepas dari fakta mekanisasi pertanian di Indonesia kalah jauh dengan negara lain. Vitenam dan Thailand, misalnya, pengolahan pertanian mereka lebih modern dari proses tanam hingga penggilingan. Namun, jika itu dilakukan di Indonesia, Langgeng mengaku bukan tanpa masalah.
"Kalau mekanisasi pertanian dilakukan secara massif akan melahirkan banyak pengangguran. Belum lagi masalah kepemilikan lahan pertanian petani kita di bawah satu hektar. Ini secara keuntungan tidak optimal," katanya.
Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko mengaku belum mengetahui kapan peninjauan ulang HPP beras dilakukan. Pihaknya masih menunggu informasi dari Kementerian Pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Harga Pangan Turun, DIY Catat Deflasi di Awal 2026
- Aset Perbankan DIY Capai Rp116,7 Triliun, OJK Soroti Penipuan Digital
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun, Pegadaian Catat Perubahan Hari Ini
- Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp72.500 per Kg
- Harga Emas Antam Naik Rp30 Ribu, Kini Tembus Rp2,92 Juta per Gram
- BPS DIY Siapkan 3.000 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 Mulai Mei
- Trump Teken Tarif Baru untuk Negara Terkait Iran
Advertisement
Advertisement




