PASAR KLEWER TERBAKAR : Selama Pembangunan, Pedagang Tidak Akan Dipungut Biaya

PASAR KLEWER TERBAKAR : Selama Pembangunan, Pedagang Tidak Akan Dipungut BiayaPenyerahan bantuan CSR BRI secara simbolis oleh Pinwil BRI Jogja Muhamad Ali (kiri) kepada Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (kanan). (JIBI/Harian Jogja - dok. BRI)
21 Januari 2015 14:40 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Pasar Klewer terbakar, selama pembangunan pasar sementara, pedagang tidak dipungut biaya.

Harianjogja.com, JOGJA-Selama pembangunan pasar sementara, pedagang tidak akan dipungut biaya apapun.

Walikota Solo,FX Hadi Rudyatmo mengatakan total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar sementara sebesar Rp28 miliar untuk sewa tanah.

"Pedagang tidak akan dipungut retribusi selama pembangunan pasar. Pemkot Solo telah berupaya semaksimal mungkin yang kini telah terkumpul Rp 18,12 miliar," imbuh Rudi, usai penyaluran hibah dana dari BRI Jogja, Selasa (20/1/2015).

Terkait dana pembangunan pasar sementara, Rudi mengapresiasi bantuan BRI Jogja berupa hibah dana kepada korban musibah kebakaran yang menimpa atas Pasar Klewer. Bantuan dari BRI tersebut akan disalurkan secara transparan. Dia juga berharap agar CSR tidak hanya berhenti pada proses pembangunan fisik kios Pasar Klewer tetapi juga menyentuh pada program pemberdayaan. Menurut dia, setiap pemilik kios akan mendapat bantuan sebesar Rp8,6 juta per kios.

"Kami berharap ada program berkelanjutan untuk pengembangan kesejahteraan masyarakat tanpa diskriminasi," ujarnya.

Pimpinan Wilayah (Pinwil) BRI Jogja Muhamad Ali menjelaskan pemberian dana hibah sebesar Rp 3,4 miliar tersebut merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Jogja. BRI, katanya, diberikan kesempatan untuk ikut bergotongroyong membantu pelaku usaha yang terkena musibah kebakaran tersebut.

"Ini salah satu bentuk kepedulian BRI. Sebab, kami juga memiliki nasabah dan mendapat profit di Solo. Sebagian dikembalikan ke masyakat Solo berupa dana CSR pembangunan kios sementara Pasar Klewer," ujar Ali.

Menurut dia, bantuan dana pembangunan kios tersebut akan memberikan stimulus kepada bank lain supaya ikut bergotong royong melakukan pembanguan kembali pasar tersebut. Dijelaskan Ali, Pasar Klewer tidak hanya milik orang Solo semata, tetapi merupakan ikon nasional. Selama ini, BRI banyak mendapatkan manfaat dari masyarakat Solo sehingga dengan musibah ini BRI ikut bergotongroyong.

"Pembayaran pembangunan 400 kios sementara pasar itu dilakukan pada dua bulan mendatang. BRI sendiri mempunyai 369 nasabah KUR yang berada di Pasar Klewer, namun nasabah BRI masuk kategori korban ringan," tukasnya.