Olah Sampah Jadi Energi, Pekerja GO-SARI Kini Dilindungi BPJamsostek
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
EMAS BATANGAN MENINGKAT Karyawan menunjukan emas batangan di kantor pegadaian, Widuran, Solo, Kamis (15/8). Penjualan emas batangan meningkat seiring harga emas yang turun.
Investasi berupa emas batangan lebih menguntungkan dan aman.
Harianjogja.com, JOGJA- Sebagian masyarakat masih salah kaprah melakukan investasi emas saat ini. Tidak sedikit yang membeli perhiasan emas untuk tujuan investasi. Adapun investasi pilihan emas batangan adalah hal yang tepat.
Pempinan PT. Pegadaian Wilayah XI Jateng-DIY Endah Susiani mengatakan, menginvestasi emas tidak mencari untung dan tidak membuat orang menjadi kaya. Tetapi, investasi emas justru memberikan rasa aman secara ekonomi kepada pemiliknya. Sebab, jika sewaktu dibutuhkan, emas yang dimiliki bisa membantu untuk mendapat modal kerja atau membayar dana pendidikan.
Untuk itu, Pegadaian akan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan investasi emas dibandingkan perhiasan serta tabungan berbentuk uang.
"Kalau menabung dengan uang, pasti nilainya akan turun. Apalagi kalau terkena inflasi atau bunga perbankan. Sementara kalau menabung emas, maka nilainya tidak akan turun tetapi justru bertambah di masa mendatang," katanya kepada Harianjogja di sela seminar Cara Ampuh Investasi emas di Santika Hotel Jogja, Kamis
(26/2/2015).
Sayangnya, banyak orang yang salah kaprah melakukan investasi emas. Sebagian membeli perhiasan emas, padahal emas ini terkena PPn. Selain itu, saat dijual terkena biaya perawatan. Hal itu berbeda dengan investasi emas batangan. Pihaknya menawarkan emas batangan mulai dari 1 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram hingga 50 gram dengan membayar DP sebesar 10%.
"Emas batangan tidak ada PPn. Jadi cocok untuk tabungan. Minat masyarakat untuk investasi emas batangan besar. Setiap seminar yang kami gelar, sedikitnya 1 kg emas batangan terjual," kata Endah.
Dari emas batangan yang ditawarkan Pegadaian, sebanyak 70% memilih emas batangan antara satu hingga lima gram. Menurut dia, hal itu menunjukkan kemampuan ekonomi masyarakat untuk membeli emas batangan sangat tinggi.
"Ini menunjukkan juga potensi masyarakat untuk berinvestasi emas sangat besar. Meskipun mereka menabung atau membeli emas secara bertahap," terangnya.
Disinggung soal target Pegadaian DIY-Jateng tahun ini, Endah menjelaskan, target standing 2015 all product sebesar Rp3,1 Triliun. Dari jumlah tersebut, penjualan emas di DIY ditarget sebesar Rp20 miliar dari target DIY-Jateng sebesar Rp120 miliar. Target tersebut naik 30% dibandingkan 2014.
"Dominasi transaksi di Pegadaian masih gadai, capaiannya sebesar 85 persen," sambungnya.
Sementara, motivator investasi emas batangan Rully Kustandar mengatakan, hukum perdata emas yang berlaku di dunia mengatakan, siapa pemegang emas dialah pemiliknya. Hal itu menegaskan bahwa tidak ada sertifikat emas.
"Sertifikat bukan menunjukkan kepemilikan emas, tetapi kemurnian emas, besaran karatnya. Hanya orang Indonesia yang gila sertifikat. Padahal, harga emas di seluruh dunia sama," tutur Rully.
Dia menjelaskan, emas juga bukan harga gonogini sehingga tidak bisa bisa dibagi. Hal itu bisa memberi keuntungan tersendiri bagi pemiliknya.
"Emas juga menjadi alat ukur, mudah diperoleh, dibawa, disimpan dan dicairkan. Sayangnya, kelemahan investasi emas menjadi tempat cuci uang karena tidak terdeteksi keberadaannya," tutup Rully.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Bhutan dinobatkan sebagai negara paling tenang di dunia versi Noise-Free Nations Index 2026 dengan skor 89,44. Simak 10 negara paling tenang dan alasannya
Desta resmi keluar dari Vindes Corp setelah 5 tahun. Presenter itu minta publik tak berspekulasi. Hubungan dengan keluarga VINDES tetap baik
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.
"Menunggu pesan ini" di WhatsApp muncul karena proses enkripsi belum selesai. Cek penyebab dan cara mengatasinya dengan update aplikasi dan koneksi stabil
APBD Perubahan DIY 2026 masih dibahas. Pendapatan diproyeksi turun Rp684 miliar menjadi Rp4,53 triliun.