PELUANG USAHA : Bisnis Kuliner Online Menjanjikan

PELUANG USAHA : Bisnis Kuliner Online MenjanjikanFounder MakanDiantar.Com Fajar Handika saat mengenalkan bisnis kuliner virtual di Kopi Oey Jogja, jalan Walter Mongonsidi, Kamis (5/3/2015). (JIBI/Harian Jogja - Abdul Hamied Razak)
08 Maret 2015 05:00 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Peluang usaha mengenai bisnis kuliner berprospek dikembangkan.

Harianjogja.com, JOGJA- Bisnis kuliner di Jogja tidak hanya berkembang secara fisik. Usaha kuliner melalui dunia maya pun berkembang pesat. Salah satunya, layanan makandiantar.com.

Founder MakanDiantar.Com Fajar Handika mengatakan kepadatan lalu lintas di Jogja menjadi salah satu faktor orang enggan pergi ke restoran atau rumah makan. MakanDiantar.com hadir sebagai solusi dari kendala yang dialami baik warga Jogja maupun wisatawan. Tanpa harus berjibaku di tengah kemacetan, kuliner tetap bisa disantap hanya dengan mengklik situs web tersebut.

MakanDiantar.com sendiri merupakan salah satu online food delivery service dari Fajar Montana Group.

"Waktu yang terbuang karena macet bisa diganti dengan mengakses makandiantar.com sehingga banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lainnya. Tidak ada biaya pengiriman dan pembatasan jumlah pesanan," ujar Andi sapaan akrab Handika saat ditemui di Kopi Oey Jogja, jalan Walter Mongonsidi, Kamis (5/3/2015).

Andi menjelaskan, MakanDiantar.com berfokus pada kesehatan konsumen dengan tidak menggunakan styrofoam. Dalam membungkus makanan MakanDiantar.com menggunakan biodegradableand food grade packaging. Yang terpenting, kata Andi, bisnis tersebut bukan layanan pihak ketiga. Sebab, kualitas seluruh outlet dikontrol, dari proses masak hingga sampai ke tangan konsumen benar-benar terjaga dan terjamin.

"Kami memiliki tiga dapur khusus. Jadi semua produk kami buat sendiri. Ada ratusan makanan yang kami tawarkan. Mulai dari lini masakan Jepang, Korea, Eropa, hingga tradisional dari berbagai daerah yang ada di Indonesia," katanya.

Disinggung soal rata-rata omzet bisnis kuliner via online tersebut, Andi enggan menjelaskan. Hanya saja, pertumbuhan bisnis ini sejak didirikan Maret 2014 lalu meningkat rata-rata 10-15% per bulan. Saat ini, pihaknya memiliki sekitar 1.500 pelanggan yang tersebar di Jogja, Sleman dan sebagian
Bantul. Selain perumahan, pelanggan juga berasal dari mahasiswa indekos dan perkantoran.

"Tamu-tamu hotel juga banyak yang memesan. Yang menarik, bisnis ini mampu mengalahkan omzet orang yang datang ke restoran," tandasnya.

Untuk memaksimalkan layanan, tahun ini ketiga dapur yang dimiliki akan dijadikan satu atap sebagai food cort virtual.

"Tahun ini kami berencana mengembangkan bisnis ini di Jakarta. Sebab, permintaan konsumen di sana juga banyak. Cuma kami tidak bisa memenuhinya, terlalu jauh. Di Jogja, rata-rata per hari ada 50 hingga 100 orang yang menggunakan layanan ini," tutupnya.