Profil Blok Natuna D-Alpha Punya Gas 222 TCF, Dikembangkan Hashim Djojohadikusumo
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Ilustrasi Twitterland
Twitter bikin untung, tersedia jasa untuk menambah jumlah pengikut.
Harianjogja.com, JOGJA-Agar dapat eksis dan mencapai tujuan tertentu di medsos, syarat utamanya tentu saja harus memiliki pengikut atau teman sebanyak mungkin. Bahkan, pengikut sebuah medsos menjadi ukuran nyata tentang seberapa eksis medsos itu di duna maya. Semakin banyak, berarti semakin banyak pula orang yang bersimpati terhadap segala aktivitasnya. Begitupun sebaliknya.
Oleh sebab itu, seseorang akan berlomba-lomba untuk mencari pengikut atau teman yang tergabung dalam
medsosnya. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengajak teman yang telah dikenal sebelumnya, karena memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat bergabung. Namun jika dirasa belum cukup, bisa dengan cara membeli.
Adanya cara-cara instan untuk menambah jumlah pengikut di medsos itu kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan untuk dijadikan ladang bisnis. Bisnis pelayanan jasa penambah pengikut dalam skala besar sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk kepentingan komersial. Sedangkan dalam skala kecil, bisnis ini sering dikelola orang perorang untuk melayani permintaan pengguna medsos yang sering datang dari kawula muda.
“Biasanya itu minta ditambah follower di twitter-nya. Kalau di twitter itu kan orang penginnya sedikit yang diikuti, tapi banyak yang mengikuti. Itu bisa dibuat kayak gitu,” ujar Iwan Abdurrahman, 24, mahasiswa di perguruan tinggi bisnis di Jogja yang menjalani bisnis jasa penambah pengikut medsos.
Pelanggan Iwan kebanyakan dari sesama mahasiswa. Melalui perkenalan dari teman-temannya atau beberapa orang yang sebelumnya pernah menggunakan jasanya.
“Kadang kalau sesama teman yang dikenal itu cuma dibelikan rokok beberapa bungkus. Atau diisikan pulsa. Tapi pernah juga dikasih duit ratusan ribu. Biasanya orang-orang yang enggak aku kenal, temannya temanku,” kata dia.
Permintaan tersebut menurut Iwan semakin marak akhir-akhir ini. Puncaknya adalah saat hingar bingar pemilihan presiden dulu. Banyak orang yang mendadak meminta ditambah follower-nya hanya untuk menyuarakan dukungan terhadap salah satu calon presiden. Selebihnya, permintaan besar juga sering datang dari grup-grup medsos yang ingin banyak follower.
Begitu juga dengan Rio Mayrolla, 18. Mahasiswa PTS ternama di Jogja ini melakukan jual beli follower sejak SMA.
“Paling aku hanya minta dibelikan pulsa sebagai penggangti biaya jasa,” jelasnya.
Dengan cara itu, dia tidak perlu lagi meminta uang orangtuanya untuk membeli pulsa. Sebaliknya dia malah bisa mengisi pulsa adik dan orang tuannya.
”Lumayanlah tidak perlu bel pulsa lagi,” kata mahasiswa Fakultas Hukum ini.
Hal serupa dilakukan oleh Indra Putra Cahya, 25 yang baru saja menyelesaikan studinya di perguruan tinggi negeri di Jogja. Berbeda dengan Iwan, Indra tidak menutup bisnisnya dalam skala kecil, jika ada permintaan, tetap ia kerjakan asal tarifnya sesuai.
“Untuk tarif berbeda-beda. Kalau untuk perorangan biasanya Rp5.000 per follower. Tapi kalau perusahaan
komersial yang untuk jualan akan lebih mahal. Biasanya tak pasang Rp20.000 per follower,” ujar Indra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arsari Group memenangkan lelang Natuna D-Alpha dengan komitmen Rp1,83 triliun. Blok ini memiliki potensi gas hingga 222 TCF.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 25 September 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.