MEA 2015 : Ini 'Jurus' Asephi Hadapi Perdagangan Bebas

MEA 2015 : Ini 'Jurus' Asephi Hadapi Perdagangan BebasPresiden Joko Widodo (kedua dari kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) dan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Raja Sapta Oktohari (ketiga dari kiri) menghadiri pembukaan Munas XV Hipmi di Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1 - 2015). Jokowi meminta semua pihak tidak khawatir dalam menghadapi pasar tunggal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan mulai dibuka pada akhir tahun 2015 ini. Menurut Presiden Jokowi, meskipun dengan kesiapan yang minim, In
16 Maret 2015 01:20 WIB Redaksi Solopos Ekbis Share :

MEA 2015, Asephi meminta pemerintah mempermudah akses pasar kerajinan.

Harianjogja.com, JOGJA- Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah agar mempermudah akses pasar ekspor maupun domestik bagi produk kerajinan lokal menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

"Semakin banyak akses pasar yang dimiliki, akan menjadi modal menghadapi ketatnya persaingan saat MEA diberlakukan," kata Wakil Ketua III Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (Asephi) DIY Wawan Harmawan, Minggu (15/3/2015).

Menurut dia, kemudahan akses pasar masih perlu menjadi agenda prioritas pemerintah saat ini, guna mengantisipasi melemahnya daya saing produk kerajinan lokal.

"Kalau daya beli masyarakat lokal melemah tentu kami membutuhkan akses pasar yang lebih luas lagi," kata dia.

Sementara itu, dia menilai kategori pelaku usaha kerajinan di DIY yang telah menggeluti pasar ekspor jumlahnya masih belum banyak dengan persentase di bawah 20 persen dari seluruh pelaku usaha di daerah setempat.

Menurut dia jumlah pelaku usaha kerajinan yang telah melakukan aktivitas ekspor dan telah terdaftar di Asephi mencapai 200 orang.

"Kami mengakui memang belum banyak," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Industri Kerajinan dan Permebelan Indonesia (Asmindo) DIY, Endro Wardoyo mengaku optimistis produk kerajinan termasuk mebel masih menjadi andalan untuk mendukung kinerja ekspor di DIY.

Dia mengakui produk usaha kreatif di DIY masih memiliki daya saing yang cukup kompetitif dengan produk industri negara lain.

Produk andalan DIY yang banyak diminati negara-negara tujuan ekspor, menurut Endro, antara lain furnitur, kerajinan berbahan baku alam, batik, serta kerajinan tembaga, dan gerabah.

"Meski demikian perbaikan serta inovasi produk perlu terus ditingkatkan sesuai selera negara pelanggan," kata Endro.