Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Kurs rupiah melemah yang terjadi hampir setiap tahun menyurutkan produksi tempe.
Harianjogja.com, SLEMAN-Setiap tahun perajin tempe merasa was-was. Sebab kurs rupiah yang melemah dapat mempengaruhi daya beli kedelai impor.
Perajin Tempe, di Ngabean Wetan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Tempe menceritakan, kondisi yang paling membuatnya terpuruk adalah saat melemahnya rupiah pada Agustus 2013 silam. Jika sebelum itu ia mampu memproduksi tempe dengan bahan baku kedelai lebih dari 60 kilogram perharinya. Tetapi karena harga kedelai naik saat itu produksinya terus menurun.
Ditambah lagi dengan merosotnya rupiah pada 2014, praktis produksinya menurun menjadi 30 kilogram perhari. Kemudian Februari 2015, produksinya menurun menjadi 20 kilogram hingga bulan Maret ini.
"Terus menurun karena harga kedelai ketika sudah naik turunnya cuma sedikit. Selain itu pasaran tempe di Jogja memang murah, untuk menaikkan harga itu rasanya tidak memungkinkan. Sehingga terpaksa mengurangi produksi. Kalau 2013 sampai 2014 kami masih berani 60 kilogram [perhari]. Sekarang [Maret 2015] tinggal 20 [Kilogram] saja," ungkap pria yang meneruskan usaha kedua orangtuanya ini, Jumat (20/3/2015).
Penurunan produksi karena mahalnya kedelai impor tersebut berdampak pada pengurangan tenaga kerja di tempat usahanya. Sebelumnya Taufik memiliki dua karyawan kini ia mengerjakan secara mandiri bersama keluarga.
"Tujuannya untuk menekan biaya produksi," ujar pria berumur 46 tahun ini.
Menurut dia perajin tempe sangat bergantung pada kedelai impor. Tanpa itu perajin tempe tak dapat membuat terobosan lain. Ia berpandangan kualitas kedelai lokal tidak maksimal hasilnya jika digunakan untuk bahan baku tempe. Selain itu konsumen lebih memilih tempe dengan bahan baku kedelai impor.
"Karena kualitas lokal, istilahnya belum memadai untuk jadi tempe yang berkualitas dari sisi rupa dan rasa," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Daftar harga BBM terbaru 26 Agustus 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.
Harga iPhone terbaru 26 Agustus 2026 turun menjelang iPhone 18. Simak daftar harga iPhone 15, 16, dan 17 lengkap di Indonesia.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah
KPK memeriksa Kadis PUPR dan anggota DPRD Kota Bengkulu sebagai saksi dugaan korupsi. Penyidikan terkait pengembangan OTT KPK di Bengkulu.
Cek harga emas Pegadaian hari ini, 26 Agustus 2026, untuk Antam, Galeri 24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback.