Advertisement
CONDOTEL JOGJA : Belum Dibuka, Neo+ Awana Jogja Sudah Sold Out
Advertisement
Condotel Jogja diramaikan dengan kehadiran Neo+ Awana Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Prospek investasi condotel di Jogja dinilai sangat baik. Peluang ini dimanfaatkan oleh investor dari luar DIY.
Advertisement
Hal tersebut diakui General Manager Neo+ Awana Jogja Berri Naurika. Menurutnya, DIY merupakan daerah dengan potensi wisata yang sangat beragam. Selain itu, Jogja juga dikenal sebagai Kota Pelajar sehingga mampu mendongkrak penjualan.
“Sebelum dibuka [akhir Maret lalu] semua unit sudah sold out,” ujar dia kepada Harianjogja.com di Neo+ Awana, Jogja, Senin (27/7/2015).
Menurutnya, dengan berinvestasi condotel di Jogja, modal investasi akan cepat kembalinya karena tingkat hunian hotel di Jogja sangat tinggi. Hal itu terutama terjadi saat puncak musim liburan seperti Lebaran. Ia menjelaskan, pengelolaan condotel sama dengan hotel. Hanya saja, setiap unitnya dimiliki oleh investor. Ia mengungkapkan, unit di lantai sembilan dan 10 pun akan segera dibuka. Rencananya, unit tersebut akan dibuka Agustus mendatang.
“Sistemnya bagi hasil. Hasil yang didapat akan dibagi rata dengan pemilik unit tergantung dengan nilai investasi mereka,” ujar dia.
Public Relation Neo+ Awana Anggita Adellia menyebutkan, Neo+ Awana memiliki 296 kamar dengan sembilan ruang pertemuan dan sebuah kolam renang. Luas kamar yang ditawarkan bermacam-macam mulai dari 22 meter persegi hingga 57 meter persegi dengan harga per unit mulai dari Rp430 juta hingga Rp1,1 miliar.
“Investasi di condotel cukup menjanjikan. Keuntungannya kalau rumah biasa empat sampai lima persen setiap tahunnya. Kalau condotel bisa delapan sampai 12 persen setiap tahunnya,” ujar dia.
Ia menjelaskan, jumlah tamu yang menginap pun selalu banyak. Selama beroperasional tingkat okupansinya sudah 70%. Menurutnya, untuk sebuah bangunan baru dan terletak agak di pinggir, Neo+ Awana mendapatkan sambutan yang baik. Bahkan, selama Ramadan hingga Lebaran, Neo+ Awana bisa meraup pemasukan Rp800 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Dipecat karena Kasus Gamelan, Mantan Dukuh di Bantul Layangkan Somasi
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Konsumsi Pertamax Naik 3,5 Persen
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
Advertisement
Advertisement



