Advertisement

Utang Pinjol Tembus Rp100 Triliun Waspada Risiko Kredit Meningkat

Newswire
Senin, 06 April 2026 - 15:17 WIB
Sunartono
Utang Pinjol Tembus Rp100 Triliun Waspada Risiko Kredit Meningkat Ilustrasi pinjol atau pinjaman oline. - Foto dibuat oleh AI - Stokcake

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Total utang masyarakat Indonesia dari pinjaman daring (pinjol) mencapai Rp100,69 triliun pada Februari 2026, tumbuh 25,75 persen secara tahunan. Lonjakan ini menimbulkan kewaspadaan terkait risiko kredit, meski masih di bawah ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, mencatat rasio tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) meningkat menjadi 4,54 persen dari 4,38 persen pada Januari. "Pertumbuhan outstanding pembiayaan ini menunjukkan masyarakat makin memanfaatkan pinjol, tapi kami tetap memantau profil risiko," katanya, Senin (6/4/2026).

Advertisement

Sektor pergadaian juga mencatat pertumbuhan signifikan. Penyaluran pembiayaan naik 61,78 persen menjadi Rp152,40 triliun, dengan 83 persen berasal dari produk gadai. Sementara itu, pembiayaan modal ventura bertambah 0,78 persen menjadi Rp16,46 triliun. Secara keseluruhan, piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh 1,01 persen menjadi Rp512,14 triliun, ditopang peningkatan modal kerja sebesar 8,31 persen.

Profil risiko sektor pembiayaan masih terjaga, dengan rasio non-performing financing (NPF) gross 2,78 persen dan net 0,81 persen, di bawah ambang batas 5 persen. Gearing ratio tercatat 2,13 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan kinerja sektor jasa keuangan hingga Maret 2026 tetap stabil meski konflik global meningkat. OJK mengingatkan potensi risiko transmisi dari eskalasi konflik Timur Tengah melalui pasar keuangan, kenaikan harga energi, dan jalur perdagangan atau investasi.

“OJK mendorong lembaga jasa keuangan untuk memperkuat manajemen risiko, pemantauan intensif, serta menjaga likuiditas dan permodalan agar tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

WFH di Pemkot Jogja Dibatasi, Sebagian Besar ASN Tetap Masuk

WFH di Pemkot Jogja Dibatasi, Sebagian Besar ASN Tetap Masuk

Jogja
| Senin, 06 April 2026, 16:37 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement