Advertisement
Konsumen Beralih ke Piranti Premium, Penjualan Smartphone Global Melemah
Ilustrasi smartphone - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Permintaan smartphone di pasar global menurun 2,9% pada kuartal I/2018. Mulai lemahnya pasar Tiongkok membuat volume distribusi (shipment) ponsel jadi salah satu penyebab.
Data IDC menunjukkan vendor ponsel mendistribusikan 334,3 juta unit smartphone pada kuartal I/2018, merosot dibandingkan dengan pengiriman 344,4 juta unit pada kuartal I/2017.
Advertisement
Tekanan terkuat ada di pasar Tiongkok. Untuk pertama kalinya sejak kuartal III/2013, peredaran ponsel pintar di Negeri Tiongkok tidak mampu menembus 100 juta unit.
“Secara global, konsumen beralih ke perangkat yang lebih premium tetapi pengguna baru tidak sebanyak dulu. Hasilnya pengiriman menurun,” kata Asoscciate Research Director IDC Worldwide Device Trackers Melissa Chau dalam laman resmi IDC, Selasa (2/5/2018).
BACA JUGA
Namun, Chau menyatakan nilai pasar ponsel masih mengikuti tren positif. Nilai penjualan ponsel pintar diperkirakan terus menanjak mengikuti peningkatan adopsi ponsel pintar sebagai gawai komputasi utama oleh seluruh penduduk dunia.
Research Manager IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker Anthony Scarsella mengungkapkan riset IDC menunjukkan konsumen masih enggan mengeluarkan dana besar untuk membeli ponsel pintar meskipun vendor memberondong kuartal pertama tahun ini dengan perangkat flagship.
“Membanjirnya ponsel ultra-high-end dalam 12—18 bulan terakhir sepertinya menyetop siklus pembelian ponsel baru. Sepertinya konsumen tidak mau menghabiskan banyak uang untuk membeli gawai yang hanya sedikit lebih canggih,” kata Scarsella.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemkot Jogja Targetkan Kemiskinan Turun ke 5 Persen pada 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- PHRI DIY Bidik Okupansi Hotel 85 Persen pada 2026
- Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Meroket
- Trump Umumkan Tarif 25 Persen untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran
- Pemerintah Siapkan KUR Pertanian Rp300 Triliun pada 2026
- AS Mundur dari Organisasi Global, Pakar UMY Soroti Risiko Dunia
- Indonesia Tak Khawatir Ancaman Tarif Trump soal Iran
Advertisement
Advertisement




