Wah, Selama Ramadan, Tagihan Listrik Naik Rp200 Miliar

Wah, Selama Ramadan, Tagihan Listrik Naik Rp200 MiliarIlustrasi jaringan PLN - Bisnis/Paulus Tandi Bone
05 Juni 2018 21:17 WIB Ujang Hasanudin Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL-PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Jawa Bagian Tengah II, termasuk DIY di dalamnya, menyebut selama Bulan Ramadan ini ada peningkatan penggunaan listrik, terutama pada malam hari.

Manajer PLN Area DIY, Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan penggunaan listrik selama Ramadan terbesar didominasi oleh rumah tangga, terutama pada malam hari. Sementara penggunaan listrik dari sektor industri justeru menurun hingga 30%.

Sayangnya Eric tidak menyebut berapa kenaikan total daya listrik. Namun ia memprediksi ada kenaikan tagihan listrik. "Kenaikannya mungkin bisa sampai Rp100-200 miliar," kata dia, disela-sela penanaman pohon cemara udang dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Pantai Goa Cemara, Sanden, Bantul, Selasa (5/6/2018).

Meski ada kenaikan, cadangan listrik di DIY masih jauh dari cukup. Cadangan listrik area DIY saat ini 900 megawatt. Dari jumlah tersebut, beban yang digunakan baru sekitar 470-480 megawatt. Sehingga meski ada kenaikan penggunaan energi listrik pada bulan ini masih tetap aman.

Termasuk wilayah Bantul yang disuplai dua gardu induk, yakni gardu induk Bantul dan gardu induk Wirobrajan Jogja. Sebelumnya Eric mengatakan pendapatan PLN Area DIY per bulannya mencapai Rp250 miliar dari daya listrik yang dikeluarkan.

Pendapatan tersebut belum dikurangi pajak penerangan jalan. Dengan asumsi pendapatan bulanan Rp250 miliar, maka khusus ramadan pendapatan PLN Area DIY bisa sampai Rp350-450 miliar. "Cadangan listrik masih aman," kata Eric.

Disinggung soal tingkat elektifikasi atau ketersambungan listrik di Bantul, Eric megaku sudah mencapai hampir 100%. Ia memastikan tidak ada rumah tangga di Bantul yang belum teraliri listrik. Sementara total pelanggan listrik di DIY per Februari lalu sebanyak 1,12 juta pelanggan.