Gempa Besar Guncang Turki, 500 Warga Negara Indonesia Terkena Dampaknya
Gempa besar dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki, Senin (6/2/2023). Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki mencatatkan terdapat 500 WNI terdampak.
Ilustrasi Candi Borobudur./Ist-Borobudur Park
Harianjogja.com, JAKARTA—Sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi pendongkrak ekspor Indonesia sehingga dapat membantu memperbaiki neraca perdagangan. Industri dinilai berdampak multiplier effect, sehingga prospek bisa lebih luas.
Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Mari Elka Pangestu mengungkapkan sektor pariwisata merupakan ekspor jasa terdepan yang dapat mendongkrak neraca perdagangan. "Kalau kita perhatikan dalam neraca perdagangan jasa kita, satu-satunya yang positif itu sektor pariwisata," ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) belum lama ini.
Pada triwulan I/2018 surplus neraca perjalanan tercatat sebesar US$1,7 miliar [Rp23,6 triliun] meningkat tajam dari triwulan sebelumnya yang hanya US$1 miliar [Rp13,9 triliun]. Kenaikan surplus ini dipengaruhi penerimaan jasa perjalanan yang naik 13,4% quarter to quarter (qtq) dan penurunan pembayaran jasa perjalanan sebesar 11,6% qtq.
Penerimaan jasa perjalanan dari wisatawan mancanegara (wisman) pada triwulan I/2018 meningkat 12,9% dari sebelumnya US$3,1 miliar [Rp43,2 triliun] menjadi US$3,5 miliar [Rp48,7 triliun]. Meningkatnya kunjungan wisman ini disertai peningkatan pengeluaran wisman.
Jumlah pengunjung wisatawan mancanegara juga meningkat 2,4% qtq menjadi 2,95 juta kunjungan setelah periode sebelumnya di angka 2,88 juta kunjungan. Wisatawan terbanyak berasal dari negara Tiongkok, Singapura, dan Malaysia. Sedangkan tujuan terbesarnya menuju Bali, Jakarta, dan Batam.
Surplus ini berbanding terbalik dengan neraca perdagangan jasa yang secara umum mengalami defisit sebesar US$1,4 miliar [Rp19,5 triliun] lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai US$2,4 miliar [Rp33,4 triliun].
Dia menilai kondisi surplus menunjukkan sektor jasa pariwisata Indonesia itu kompetitif, sehingga sektor tersebut dapat menjadi pendongkrak neraca perdagangan. "Ekspor jasa pariwisata sangat bisa membantu Indonesia dalam arti daya saing, menyumbang ke devisa, plus pariwisata itu dampaknya multiplier effect, sehingga prospeknya bisa lebih luas," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Gempa besar dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki, Senin (6/2/2023). Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki mencatatkan terdapat 500 WNI terdampak.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.