Advertisement
Perkuat Rupiah, Pemerintah Genjot Ekspor Produk BUMN Strategis
Kapal kargo melakukan bongkar muat di terminal petikemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/4/2018). - Bisnis Indonesia
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Badan Usaha Milik Negara mendorong ekspor perseroan pelat merah yang bergerak di industri strategis. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan terdapat sejumlah perseroan pelat merah yang berkomitmen untuk mengekspor hasil produksinya. BUMN industri strategis tersebut yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).
Advertisement
"Komitmen ekspor tersebut akan tetap kami jaga demi mendukung penguatan rupiah,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (7/9/2018).
Fajar menjelaskan Pindad memproyeksikan akan mengekspor senjata, amunisi, dan kendaraan tempur ke Thailand, Brunei, Myanmar, Korea Selatan, serta Prancis. Langkah itu sejalan dengan upaya mendukung misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
BACA JUGA
Nilai yang ditargetkan dalam ekspor tersebut mencapai Rp78 miliar. Selanjutnya, Indusri Kereta Api telah memiliki kontrak ekspor kereta dengan Filipina dan Bangladesh. “Nilai masing-masing mencapai Rp1,36 triliun dan Rp126 miliar,” imbuhnya.
Sementara itu, Krakatau Steel menargetkan ekspor baja hot rolled coil (HRC) ke Malaysia dan Australia. Nilai ekspor diperkirakan akan menembus Rp907 miliar. Di sisi lain, Barata Indonesia akan mengekspor komponen perkeretaapian ke Amerika Serikat, Afrika, dan Australia. Dari situ, nilai ekspor ditargetkan mencapai Rp210 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








