Asita Dorong Digitalisasi Destinasi Wisata

Asita Dorong Digitalisasi Destinasi Wisata Suasana sepi damai hari di Puncak Ngepoh yang belum banyak dikunjungi wisatawan, Jumat (4/5/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
27 September 2018 07:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DPD Yogyakarta akan mengembangkan digitalisasi destinasi wisata di Desa Wisata Nglinggo Barat, Kulonprogo. Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Asita Jogja Tourism Festival (AJTF) yang diadakan untuk memperingati Hari Pariwisata Dunia pada 27 September.

Ketua Asita DPD Yogyakarta Udhi Sudiyanto menjelaskan salah satu rangkaian kegiatan AJTF yang pertama ini akan fokus pada program CSR (corporate social responsibility) di Desa Wisata Nglinggo Barat, Kulonprogo. Yaitu program pendampingan desa wisata agar lebih berkembang, memiliki nilai jual dan mampu dikemas secara profesional. Pendampingan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk digitalisasi destinasi wisata. Selaras dengan tema Hari Pariwisata Dunia 2018 ini yakni Tourism and the Digital Transformation.

Udhi menuturkan pendampingan di Desa Wisata Nglinggo Barat yang berkaitan dengan digitalisasi destinasi wisata akan diwujudkan dengan berbagai cara. Di antaranya pengadaan WiFi di Desa Wisata Nglinggo Barat bekerja sama Smartfren, pemasangan informasi QR Code di beberapa titik tertentu sehingga ketika pengunjung membutuhkan informasi tentang Desa Wisata Nglinggo

Barat bisa menscreening QR Code tersebut, serta membuat platform market place berbasis web di www.jogjatourismfestival.com. Web tersebut menurutnya bisa diisi semua stakeholder pariwisata untuk mempromosikan dan menjual produknya. "Sekarang masih dalam tahap pengembangan serta mengisi konten. Namun ke depan ini menjadi festival online dunia pariwisata di Jogja. Desa Wisata Nglinggo Barat ini sebagai starting point yang memanfaatkan platform ini," katanya pada Rabu (26/9).

Pihaknya berharap setahun ke depan, Asita Jogja Tourism Festival dapat mendampingi tumbuh kembang Desa Wisata Nglinggo Barat, Kulonprogo. Sehingga sektor pariwisatanya mampu berdaya secara optimal dan menciptakan lapangan pekerjaan. Udhi juga berharap dengan pendampingan ini ada peningkatan kualitas produk dan layanan serta pengembangan fasilitas dan daya tarik wisata. Sehingga dapat meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial di Desa Nglinggo Barat, Kulonprogo.

Udhi menambahkan Hari Pariwisata Dunia telah memasuki tahun ke-38 sejak diresmikan pada 1980 di Kota Torremolinos, Spanyol oleh Organisasi Pariwisata Dunia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa atau dikenal sebagai UNWTO. Menurut Udhi dunia memperingatinya untuk meningkatkan perhatian di kalangan komunitas internasional akan pentingnya wisata yang didalamnya juga terdapat sisi sosial, budaya, politik, dan nilai ekonomi. Pada peringatan Hari Pariwisata Dunia ini para pelaku wisata saling berkumpul dan membicarakan tentang kontribusi yang dapat diciptakan melalui pariwisata.