Tenang .. Stok Beras Melimpah hingga Akhir Tahun

Tenang .. Stok Beras Melimpah hingga Akhir TahunBeras Sleman dipasarkan di Gelar Potensi Pertanian yang diadakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penyuluh Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Godean, Selasa (7/8 - 2018).Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
28 September 2018 06:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ketersediaan beras melimpah di DIY, sehingga baik konsumsi untuk rumah tangga maupun nonrumah tangga diprediksi akan surplus hingga akhir tahun. Kendati mengalami surplus, kebutuhan dan penyerapan beras di DIY masih relatif rendah.

Kepala Bulog Divre DIY Akhmad Kholisun mengungkapkan sejak 1 April 2018, penyaluran beras untuk program rastra sudah tidak lagi dilakukan. Sedangkan untuk saat ini penyaluran hanya untuk operasi pasar. "Sementara itu, saat ini harga beras di pasaran cenderung stabil tinggi, jadi serapan beras untuk pasar dari OP [operasi pasar] saja masih relatif kecil," ujar Kholisun kepada Harian Jogja, Kamis (27/9).

Kholisun memaparkan ketersediaan beras yang ada di gudang Bulog untuk wilayah DIY saja sekitar 14.300 ton. Ketersediaan tersebut nantinya masih akan terus bertambah, sejalan dengan penyerapan Bulog terhadap beras petani.

Jika biasanya penyerapan beras dari Bulog untuk rastra dan bencana alam, pada kondisi saat ini penyerapan pasar hanya bergantung pada operasi pasar. Ketersediaan yang melimpah ini diprediksi sangat cukup hingga setahun. "Ketersediaan beras yang ada di Bulog saat ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan," imbuh Kholisun.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Arofa Noor Indriani ditemui beberapa waktu lalu di Hotel Inna Malioboro mengungkapkan ketersediaan beras masih akan surplus hingga Desember 2018. Apabila dihitung ketersediaan beras yakni yang sudah dikonversi dari gabah kering panen, kebutuhan pakan ternak dan lain-lain, jumlahnya sekitar 500.000-600.000 ton.

Sedangkan kebutuhan konsumsi beras selama setahun mencapai kurang lebih 420.000 ton. Arofa menjelaskan ada surplus sebanyak 80.000-150.000 ton. Jika hanya dihitung untuk konsumsi rumah tangga penduduk DIY, surplus tersebut diproyeksi bisa sampai 10 bulan.

"Namun, jika dihitung dengan nonrumah tangga, misalnya untuk konsumsi hotel, kuliner, rumah sakit atau konsumsi anak kos, surplus tersebut cukup sampai tiga bulan. Proyeksi kami demikian, sebentar lagi juga sudah mau musim panen lagi, jadi beras DIY statusnya [stok] aman," jelas Arofa.