Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Fotopot produk Gulaliku/ist-Gulaliku
Harianjogja.com, JOGJA—Sepasang suami istri mengolah potongan kayu menjadi aksesori dekorasi rumah yang unik. Tren baru menghias rumah dengan dekorasi unik dibidik sebagai peluang pasar.
Mereka adalah Faishal Azmi Ardika, 25, dan Ameylia Kania, 27. Mereka mengembangkan usaha kreatif sejak mereka pacaran. Berawal dari kegemaran keduanya akan produk handmade, Faishal dan Kania mulai mengembangkan Gulaliku sejak tahun 2014. “Awalnya kami bikin produk bukan karena pengen jualan, tapi karena ingin memberi inspirasi,” jelas Faisal belum lama ini.
Saat ditemui Harian Jogja di kediaman sekaligus lokasi produksinya di daerah Banguntapan pada Kamis (20/9), Faisal menunjukkan salah satu produk Gulaliku yang dinilai bisa memberi inspirasi, yaitu fotopot. Fotopot ialah sebuah tatakan foto yang terbuat kayu yang dibentuk sedemikian rupa menjadi wujud kamera.
“Ini kan kayu kecil gini enggak berfungsi kalau di tukang kayu. Nah kami manfaatkan hal sekecil ini supaya bermanfaat bagi orang lain, bisa di-custom [sesuai pesanan pembeli]. Hal yang belum kepikiran orang, kita pengen memberi inspirasi itu,” jelas dia.
Bersama Kania, ia mengembangkan produk-produk Gulaliku berangkat dari kebutuhan pribadi. Ia mengaku memiliki kesenangan yang sama dengan pasangannya, mulai dari fotografi, menggambar, hingga kegemaran dengan kalender fisik.
Produksi awal mereka gunakan untuk mereka sendiri, sebelum akhirnya diminati beberapa kawan dan mulai memproduksi secara masif.
“Produknya itu antara dibutuhkan dan enggak butuh sebenarnya. Tapi justru orang sekarang kan mencari sesuatu yang sebenarnya nggak butuh. Kayak sekarang lagi happening banget menata rumah, dekorasi rumah,” jelas Kania.
Melalui fotopot, Gulaliku menawarkan sebuah display foto yang lain daripada yang lain. Jika umumnya foto-foto hasil cetak kamera polaroid hanya ditata di dalam album foto, atau dibingkai dengan frame biasa, maka fotopot bisa menjadi opsi lain yang lebih menarik. Foto polaroid yang ditata di atas fotopot bisa menjadi hiasan meja kerja. “Kalau ditaruh album biasa kan bosan banget,” kata Kania.
Di antara beragam produk Gulaliku, fotopot termasuk ke dalam produk unggulan. Ia sering dicari oleh para anak muda yang menginginkan homedecor yang antimainstream.
“Pesaingnya biasanya malah kamera kayu untuk mainan anak-anak, yang digantungin pakai tali itu. Malah nggak fungsional,” jelas perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur ini.
Fotopot bisa dipesan dengan sistem ready stock melalui media sosial Instagram @gulaliku. Hingga kini, Faisal dan Kania terhitung telah memproduksi lebih dari 50 buah fotopot. Homedecor ini bisa diperoleh dengan harga mulai dari Rp100.000.
Ke depannya, Faisal dan Kania hendak mengembangkan fotopot yang memungkinkan penggunanya dapat menyimpan beberapa foto polaroid. “Jadi pengen bikin semacam laci buat fotopot,” jelas Faisal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.