Huawei Jembatani Kebutuhan Industri

Huawei Jembatani Kebutuhan IndustriDeputy GM Area West Java, Central Java, Bali Nusra Huawei Indonesia, Eni Tur Endah (kiri) dan Public Relations Manager Huawei Indonesia, Panji Pratama (kanan) seusai memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (25/10). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
25 Oktober 2018 19:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan global penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi, Huawei berusaha menjembatani kebutuhan industri dan dunia pendidikan dengan menggandeng UGM. Sinergi tersebut diwujudkan dalam program Huawei SmartGen TechDay 2018 yang diselenggarakan pada Kamis (25/10).

Public Relations Manager Huawei Indonesia, Panji Pratama mengatakan dunia digital punya tantangan terkait kebutuhan tenaga kerja kompeten yang tinggi. Bahkan menurutnya data dari World Bank menunjukkan hingga 2025 mendatang, ada kebutuhan hingga 400.000 sumber daya manusia (SDM) di bidang ini yang harusnya bisa dipenuhi oleh dunia pendidikan. Oleh sebab itu, Huawei berusaha membangun sinergi dengan pihak universitas agar dapat menyediakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing. "Apalagi Indonesia kini sedang gencar membangun infrastruktur teknologi, artinya ada kebutuhan SDM yang makin tinggi," katanya, Rabu (24/10).

Hal itu lantas diwujudkan dalam Huawei SmartGen TechDay 2018. Dalam acara ini, Huawei dan UGM akan menggelar serangkaian kegiatan yang meliputi program roadshow transfer pengetahuan (techday) di masing-masing kampus, sertitikasi dalam kerangka Huawei Information Network Academy (Haina), gelaran kompetisi nasionaI information communication technology 2019, pengikutsertaan mahasiswa dalarn program Seeds for The Future 2018 serta rekrutmen dan pemagangan di Huawei.

Panji menyebut kegiatan ini akan diselenggarakan di delapan kampus di lima kota di Indonesia. Dalam Huawei SmartGen Techday 2018 tersebut, Huawei dan masing-masing kampus telah menentukan topik yang terkini dalam industri TIK untuk dibahas bersama para pakar di bidangnya. Sebab menurutnya menyongsong era revolusi industri 4.0, pemahaman dan penguasaan teknologi masa depan seperti big data, intelligence artificielle, cloud computing dan internet of things akan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai negara yang berpotensi sebagal kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Panji menambahkan program SmartGen diinisiasi oleh Huawei pada 2017 sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan dan membekali talenta muda Indonesia dengan pengetahuan berbasis teknologi informasi. Tahun lalu, Huawei bekerja sama dengan tujuh universitas dalam melakukan berbagai kegiatan seperti Technology Day, Experience Day, serta berbagai bentuk pelatihan lainnya. Tahun ini program SmartGen diperluas cakupannya dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 1.000 siswa SMK yang berasal dari 12 SMK di 10 kota di Indonesia untuk Program SmartGen Penyelarasan SMK dan Dunia Kerja, 300 siswa di satuan lingkungan pendidikan LP Ma'arif NU untuk Program SmartGen : Smart Community serta sedikitnya 1.500 mahasiswa di delapan universitas.

Deputy GM Area West Java, Central Java, Bali Nusra Huawei Indonesia, Eni Tur Endah mengakui masih ada gap antara industri dengan ketersediaan SDM. Pasalnya teknologi terus berkembang pesat tetapi ada missing link pada sisi lembaga pendidikan. Oleh sebab itu Huawei terus memberikan pembekalan lewat training, workshop, seminar, dan berbagai kegiatan lainnya kepada para siswa siswi SMK ataupun mahasiswa. "Kami berikan transfer ilmu dan pengetahuan tentang teknologi kepada mereka sekaligus menjembatani antara dua pihak ini," imbuhnya.