Advertisement
Penjualan Truk & Bus Melaju
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kendaraan komersial bus dan truk sepanjang sepuluh bulan pertama tahun ini bertumbuh kuat, terdorong oleh permintaan di sektor pertambangan, perkebunan, proyek infrastruktur, hingga sektor logistik.
JAKARTA—Kendaraan komersial bus dan truk sepanjang sepuluh bulan pertama tahun ini bertumbuh kuat, terdorong oleh permintaan di sektor pertambangan, perkebunan, proyek infrastruktur, hingga sektor logistik.
Advertisement
Berdasarkan Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan truk dan bus pada Januari-Oktober 2018 bertumbuh hampir 26% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu 74.422 unit menjadi 93.753 unit.
Seluruh kategori truk mencatat peningkatan penjualan, sedangkan di segmen bus hanya subkategori bus 10-24 ton yang mencatatkan peningkatan penjualan. (lihat table)
Penjualan ritel truk dengan bobot lebih dari 24 ton bertumbuh paling tinggi yakni 42,50%. Adapun volume penjualan terbanyak masih berada pada truk 5—10 ton yakni 60.767 unit, sementara truk 10—24 ton merupakan pemilik volume paling sedikit, yakni 6.123 unit.
Sales and Promotion Director PT PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo mengatakan bahwa pendorong utama penjualan truk adalah pembangunan infrastruktur oleh pemerintah secara massif, serta permintaan di sektor perkebunan dan pertambangan.
“Jadi memang kalau kami lihat untuk kategori ini semuanya bisa dibilang meningkat,” kata Santiko di Tangerang, Rabu (14/11).
Sepanjang 10 bulan pertama tahun ini, Hino Motors mencatatkan pertumbuhan penjualan ritel truk dan bus 36,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 23.604 unit menjadi 32.117 unit. Penjualan bus berkontribusi sekitar 9%—10%.
Pertambangan dan infrastruktur menjadi kontribusi terbesar dalam unit penjualan yakni 43%, disusul sektor kargo sekitar 30%.
Model terlaris di sektor tambang dan infrastruktur adalah FM260JD. Perbedaan antara truk tambang dan infrastruktur hanya ada pada dump-nya. Sementara itu, model truk paling laris di sektor kargo adalah FL235JW.
Hino menguasai 35% pasar kendaraan komersial truk dan bus, meningkat 3 poin persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 32%. Sepanjang tahun ini, Hino Motors menargetkan penjualan ritel 40.000 unit. Santiko optimistis target tersebut akan tercapai.
Sementara Mitsubishi Fuso mencatat pertumbuhan penjualan ritel Mitsubishi Fuso sebesar 22,86% pada Januari--Oktober 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 33.497 unit menjadi 41.154 unit. Komposisi konsumen fleet dan ritel adalah 50%—50%.
Direktur Sales & Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono mengungkapkan bahwa motor penggerak peningkatan penjualan ada di sektor infrastruktur, logistik, kelapa sawit, dan tambang.
“Penjualan masih didukung empat sektor. Keempat sektor ini kami harapkan masih akan menjadi motor penjualan kendaraan niaga sampai akhir tahun,” kata Duljatmono kepada Bisnis, Kamis (15/11).
Sejauh ini kendaraan niaga light duty truck merupakan pemberi kontribusi penjualan perusahaan terbesar, yakni 90%.Dia mengatakan, perusahaan akan lebih gencar melakukan promosi kepada konsumen dan melakukan pendekatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Ini Aturan THR PNS dan Swasta, Wajib Gaji Pokok Plus Tunjangan
- Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini, Kamis 12 Februari 2026
- Update Harga Pangan 12 Februari 2026 Nasional, Cabai Rawit Makin Pedas
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- PHRI Meyakini Diskon Transportasi dan WFA Picu Okupansi Hotel di Jogja
Advertisement
Advertisement








