OJK Luncurkan Program Klaster Pembatik

OJK Luncurkan Program Klaster Pembatik Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
19 November 2018 09:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Otoritas Jasa Keuangan meresmikan program klaster pembatik Bank Wakaf Mikro (BWM) Almuna Berkah Mandiri, Sabtu (17/11). Peresmian tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi warga di sekitar Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Bantul.

Peresmian dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, didampingi Bupati Bantul Suharsono dan pengurus pesantren Al Munawwir Krapyak. BWM Almuna Berkah Mandiri telah memperoleh izin usaha Otoritas Jasa Keuangan sejak 2017. Lembaga ini berhasil mengembangkan sayap usaha, dari wilayah operasi di Kecamatan Sewon menjadi Kabupaten Bantul. "Keberadaan BMW yang diperluas ini dapat menggapai masyarakat kecil produktif lainnya," ujar Wimboh dalam rilisnya.

Saat ini BWM Almuna Berkah Mandiri sudah memiliki 447 nasabah. Total pembiayaan yang disalurkan telah mencapai Rp553 juta. Wimboh menjelaskan salah satu sektor usaha yang dibidik oleh BWM Almuna Berkah Mandiri adalah pekerja batik. Khususnya pembatik Kabupaten Bantul, yang merupakan salah satu sentra batik terkenal di DIY.

Wimboh mengungkapkan dalam peluncuran program klaster pembatik ini, sebanyak 40 orang pekerja batik akan resmi menerima pembiayaan dari BWM Almuna. Sementara sekitar 600 orang pekerja batik sedang dalam proses diidentifkasi sebagai calon nasabah program klaster pembatik.

"Terkait dengan skema pembiayaan yang dilakukan melalui Bank Wakaf Mikro tetap sama yaitu pembiayaan tanpa agunan," jelas Wimboh.

Lebih lanjut dia mengatakan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3%, dengan nilai Rp1 juta sebagai pembiayaan awal. Dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro ini juga disediakan pendampingan bagi kelompok, sehingga akan membantu memberdayakan pekerja batik.

Saat ini, perkembangan bank wakaf mikro dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah sampai dengan posisi 31 Oktober 2018 telah memiliki 7.542 nasabah. "Dengan total nilai pembiayaan yang telah disalurkan sebanyak Rp9,14 miliar dan jumlah BWM sebanyak 35 BWM di 23 daerah di Indonesia," papar Wimboh.