NYIA Magnet Investasi Bagi Berbagai Sektor Bisnis

NYIA Magnet Investasi Bagi Berbagai Sektor BisnisWarga melintas di kawasan pembangunan NYIA di Kecamatan Temon, Kulonoprogo, beberapa waktu lalu. Harian Jogja/Beny Prasetya
15 Desember 2018 06:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—New Yogyakarta International Airport (NYIA) menjadi magnet investasi bagi DIY dan daerah sekitar. Kendati proses konstruksi masih berlangsung, peluang investasi yang dapat ditangkap akan sangat besar dan luas ke berbagai sektor.

Kepala Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal (BKPM) DIY Arief Hidayat mengungkapkan untuk saat ini investasi-investasi yang masuk adalah investasi yang mendukung operasional bandara. “Baik investasi di masa pembangunan bandara, maupun nanti saat bandara nanti beroperasi,” ujar Arief Jumat (14/12).

Arief mencontohkan bentuk-bentuk investasi yang masuk antara lain bisnis pergudangan, baik untuk memenuhi kebutuhan proyek maupun setelah proyek. Selain itu, investasi pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung kebutuhan karyawan, seperti bisnsi katering maupun akomodasi.

“Paling gampang yakni di lingkaran lima kilometer pertama dari titik bandara, adalah investasi untuk pembangunan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh orang-orang yang bekerja di bandara. Dari situ kemudian melebar, calon-calon penumpang pesawat, seperti sarana akomodasi maupun restoran dan fasilitas lainnya,” jelas Arief.

Saat ini, kata Arief investasi yang masuk masih menyasar di Kulonprogo. Kendati demikian, kata dia, bangkitan ekonomi nantinya diharapkan tidak hanya berlangsung di wilayah tersebut. Akan, tetapi pertumbuhan ekonomi juga menyebar ke sejumlah daerah di sekitarnya.

Arief memaparkan keberadaan bandara sebetulnya hanya memberikan alternatif. Karena selama ini, wisatawan mancanegara tidak bisa terbang langsung ke Jogja. Nantinya, Jogja dapat menjadi hap bagi sejumlah penerbangan.

“Misalnya ada penumpang pesawat dari Dubai mau ke Australia, bisa transit di Kulonprogo, dan sebagai hap, penumpang bisa menikmati berbagai destinasi yang ditawarkan kabupaten ini,” papar Arief.

Peluang investasi tak sekadar dalam pengembangan infrastruktur baik akomodasi maupun fasilitas penunjang dan pendukung bandara. Akan tetapi nantinya juga dapat memberikan peluang bagi investasi di pasar modal.

“Potensi investasi yang masuk ke DIY dengan adanya NYIA akan sangat besar. Baik sebagai kota pelajar maupun kota pariwisata, masyarakat Jogja juga bisa menikmati keuntungan dengan adanya investasi yang masuk,” ujar Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza.

Di kawasan Bandara Kulonprogo akan tumbuh pengembangan hotel oleh perusahaan-perusahaan besar. Irfan memaparkan dengan masuknya perusahaan tersebut sebagai emiten, maka upaya edukasi ke masyarakat tentang melek investasi juga akan secara bersama didorong.

“Jika perusahaan yang mendirikan hotel-hotel di sekitar bandara ini go public, maka akan memberikan kesempatan juga kepada masyarakat sekitar untuk menikmati hasilnya. Untuk itu, upaya edukasi dan sosialisasi akan terus dilakukan BEI, supaya masyarakat ini melek investasi dulu. Dengan mereka paham investasi, mereka membeli saham perusahaan, maka mereka bisa menikmati hasilnya juga,” jelas Irfan.