Advertisement

Wow! Biaya Hidup Mahasiswa Jogja Tembus Jutaan Rupiah per Bulan

Anisatul Umah
Selasa, 27 Januari 2026 - 19:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Wow! Biaya Hidup Mahasiswa Jogja Tembus Jutaan Rupiah per Bulan Foto ilustrasi uang rupiah / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Kebutuhan hidup mahasiswa di Yogyakarta kian beragam, mulai dari biaya tempat tinggal, konsumsi harian, hingga kebutuhan penunjang perkuliahan. Kondisi tersebut membuat rata-rata bujet bulanan mahasiswa di Kota Pelajar kini berada di kisaran Rp1,5 juta hingga hampir Rp3 juta per bulan.

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Raka Adichandra, mengungkapkan pengeluaran bulanannya berada di rentang Rp2,5 juta hingga Rp2,7 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk membayar kos, kebutuhan makan, logistik kamar, serta sesekali keperluan akademik.

Advertisement

Ia menuturkan penghasilannya diperoleh secara mandiri melalui pekerjaan remote yang bisa dijalani bersamaan dengan aktivitas kuliah. Menurut mahasiswa semester enam ini, bujet ideal mahasiswa di Yogyakarta berada di kisaran Rp2,7 juta hingga Rp3 juta per bulan.

“Aku budget segitu pun juga sederhana-sederhana aja gak ada boros-borosnya, sekarang apa-apa mahal soalnya,” kata Raka asal Magelang, Selasa (27/1/2026).

Cerita berbeda datang dari Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Program Studi Perbandingan Mazhab, Zuhaira Faradisa Nusa. Mahasiswi asal Kediri ini mengaku rata-rata pengeluaran bulanannya sekitar Rp1,8 juta.

Meski sebagian besar biaya masih ditanggung orang tua, Zuhaira juga mencari pemasukan tambahan melalui pekerjaan paruh waktu untuk menabung.

Rinciannya meliputi biaya kos Rp550.000, makan Rp600.000, kebutuhan rumah tangga Rp300.000, paket internet Rp50.000, bensin Rp100.000, dana akademik Rp100.000, serta dana darurat Rp100.000.

“Dalam sebulan kira-kira budget yang saya habiskan kurang lebih adalah Rp1,8 juta,” tuturnya.

Sementara itu, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Nur Rahmawati, menyebut biaya hidup bulanannya berkisar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta. Angka tersebut relatif lebih ringan karena ia tinggal bersama keluarga dan tidak perlu membayar kos.

Ia merinci pengeluaran untuk makan dan jajan Rp700.000–Rp900.000, transportasi Rp200.000–Rp300.000, kebutuhan kuliah Rp100.000–Rp200.000, serta internet dan kebutuhan pribadi lainnya sekitar Rp100.000.

“Menurut saya, bujet ideal bagi mahasiswa di Jogja saat ini berada di kisaran Rp1,8–2,5 juta per bulan, tergantung gaya hidup dan lokasi tempat tinggal,” ujarnya.

Nur menambahkan meskipun Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar dengan biaya hidup relatif terjangkau, harga kebutuhan sehari-hari tetap mengalami kenaikan. Karena itu, mahasiswa perlu mengelola keuangan dengan lebih cermat.

Kisah serupa disampaikan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta semester delapan, Muhammad Hanan Baihaqi. Ia mengaku rata-rata pengeluaran bulanannya sekitar Rp1,5 juta.

Hanan menjelaskan selama kuliah ia tidak selalu menetap di kos karena sesekali pulang pergi dari rumahnya di Magelang. Anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan makan minum, keperluan kuliah, laundry, serta sesekali membeli rokok.

“Untuk semester-semester awal saya full dari orang tua namun di semester lima ke atas saya coba-coba mencari uang dengan freelance. Idealnya sebulan mungkin di Rp1,7 juta–Rp2 juta jika full kos, tapi kadang juga saya bisa hemat di Rp1,3 jutaan,” ucapnya.

Sementara itu, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Yinfa Cendikia, menyebut bujet bulanannya rata-rata sekitar Rp1,5 juta. Namun jumlah tersebut bisa meningkat hingga Rp2 juta jika sering memesan makanan melalui layanan pesan antar dan nongkrong di kafe untuk mengerjakan tugas.

“Kalau masak sendiri terus lauknya beli itu sebulan nggak sampai Rp1 juta,” ujar mahasiswa Jurusan Filsafat semester empat tersebut.

Ia mengaku memperoleh pemasukan dari kiriman orang tua sebesar Rp1 juta, beasiswa Rp1,5 juta, serta kerja paruh waktu sebagai driver Shopee Food sekitar Rp1,5 juta per bulan.

“Mungkin Rp2 juta [sebulan] sudah cukup ideal, kalau nggak hedon,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Pusat Studi Ekonomi Keuangan dan Industri Digital (PSEKUIN) UPN Veteran Yogyakarta, Ardito Bhinadi, memaparkan rata-rata biaya hidup mahasiswa di DIY pada 2024 mencapai Rp2,96 juta per bulan. Angka ini naik sekitar 2 persen dibandingkan 2020 yang sebesar Rp2,91 juta.

Ia menjelaskan data tersebut merupakan hasil Survei Biaya Hidup Mahasiswa 2024 yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan DIY bekerja sama dengan UPN Veteran Yogyakarta. Survei rutin empat tahunan ini bertujuan memotret perkembangan biaya hidup mahasiswa sekaligus kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan survei tersebut, rata-rata pengeluaran mahasiswa bahkan lebih tinggi dibandingkan konsumsi rumah tangga di DIY serta Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY 2024.

“Survei dari 2.000 mahasiswa terhadap 126 perguruan tinggi yang ada di DIY kurang lebih Rp2,9 juta per bulan,” ucap Ardito dalam Jogja Economic Forum 2024 di Hotel Tentrem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Realisasi Investasi Gunungkidul 2025 Melonjak, Pertanian Dominan

Realisasi Investasi Gunungkidul 2025 Melonjak, Pertanian Dominan

Gunungkidul
| Selasa, 27 Januari 2026, 19:57 WIB

Advertisement

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Wisata
| Selasa, 27 Januari 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement