Gopay Dorong Berkembangnya Ekosistem Ekonomi Digital

Gopay Dorong Berkembangnya Ekosistem Ekonomi DigitalManaging Director Gopay Budi Gandasoebrata (kiri pertama), Ketua STIM YKPN Bambang Soesilo (kedua kiri) Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Asteria Diantika dan Deputi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Akhis Hutabarat mencoba kode QR Gopay untuk bertransaksi di angkringan salah satu UMKM di Jogja seusai acara seminar nasional Evolusi Finansial Teknologi, Antara Risiko, Peluang dan Tantangan, Sabtu (15/12/2018). - Ist/Gopay
17 Desember 2018 15:17 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sebagai salah satu layanan pembayaran elektronik, Gopay mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung kemudahan bertransaksi. Kehadiran salah satu fitur dalam ekosistem aplikasi Gojek diharapkan dapat turut mendukung usaha sektor informal untuk mengembangkan usahanya.

Managing Director Gopay Budi Gandasoebrata mengatakan Gopay memiliki semangat dalam membantu memajukan usaha UMKM. "Selain pelanggan dapat menikmati kemudahan pembayaran, dari sisi rekan usaha, mereka merasakan manfaat lain dalam hal pembukuan," ujar Budi, Minggu (16/12/2018).

Lebih dari itu, hadirnya Gopay diharapkan dapat memberikan manfaat lain bagi pelaku UMKM dan sektor informal, yakni membangun sejarah bertransaksi. Budi memaparkan hal ini nantinya akan berguna bagi para pelaku usaha untuk dapat memperoleh layanan perbankan, salah satunya dalam mengakses pendanaan.

Dengan demikian, lanjut Budi, Gopay dapat menjadi jembatan antara sektor informasl dan lembaga formal perbankan. Harapannya dengan upaya tersebut, peran serta Gopay dapat turut mendorong terciptanya inklusi finansial di Indonesia. Hal ini juga dikemukakan Budi dalam seminar nasional bertajuk Evolusi Finansial Teknologi, Antara Risiko, Peluang dan Tantangan yang digelar di STIM YKPN.

Budi menambahkan penetrasi ekosistem ekonomi digital tidak hanya mempermudah masyarakat perkotaan untuk melakukan berbagai transaksi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Akan tetapi juga berpotensi untuk menggerakkan roda perekonomian di daerah melalui kesempatan yang diciptakan bagi masyarakat untuk mengakses produk dan jasa keuangan." jelas Budi.

Dukungan dalam mendorong penetrasi tersebut, Gopay dianugerahi oleh Bank Indonesia sebagai Perusahaan FinTech Teraktif Pendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Inklusi dan Edukasi Keuangan serta Pemberdayaan UMKM. Deputi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Akhis Hutabarat menambahkan untuk mendorong perkembangan inovasi teknologi finansial diperlukan ekosistem yang mendukung karena potensinya yang masih sangat besar dan perlu dioptimalkan demi menciptakan lapangan kerja baru.

"Munculnya pemain FinTech unicorn tidak hanya memiliki dampak positif bagi penciptaan lapangan pekerjaan, namun juga mendukung UMKM, memperbesar potensi pariwisata, serta efisiensi supply chain," imbuh Akhis.

Peranan FinTech pun menjadi penting di masyarakat. Ketua STIM YKPN Bambang Soesilo menambahkan Jogja memiliki tingkat inklusi keuangan yang tinggi hampir mencapai 68%. Namun demikian, literasi keuangannya relatif masih rendah yaitu sekitar 29%.

"Oleh karenanya, sinergi untuk menciptakan ekosistem pendukung teknologi finansial sangat dibutuhkan," jelas Bambang.

Sinergi menjadi salah satu kunci bagi Gopay untuk terus berkembang. Kini Gopay telah bermitra dengan 18 bank dan empat lembaga keuangan lainnya, tidak hanya dapat digunakan untuk melakukan transaksi berbagai layanan di dalam aplikasi Gojek, tapi berkat teknologi kode QR, kini Gopay juga dapat digunakan untuk bertransaksi di berbagai rekan usaha, termasuk untuk bersedekah di masjid, membayar tagihan, dan menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui berbagai lembaga donasi.