Advertisement
NYIA Jadi Etalase Produk UMKM Jogja
Ilustrasi Bandara. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dioperasikannya New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada April mendatang diharapkan dapat membuka peluang bisnis bagi para pengusaha kreatif di wilayah Jogja, termasuk para pelaku UMKM. Pasalnya bandara bisa menjadi etalase produk unggulan UMKM Jogja untuk dilihat para wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Agus Mulyono mengatakan berkaca dengan Bandara Internasional Adisutjipto yang memberikan ruang pamer khusus untuk produk kreatif lokal Jogja, pihaknya juga berharap hal itu dilakukan di NYIA nantinya. Produk-produk unggulan UMKM lokal diberikan kesempatan untuk dipasarkan di bandara. Meskipun belum ada rancangan dan keputusan dari otoritas bandara terkait hal ini, Agus optimistis bandara dapat menjadi ruang berkembang produk-produk kreatif hasil produksi UMKM.
Advertisement
"Produk yang seperti apa? Tentu produk yang mampu merepresentasikan Jogja secara keseluruhan, bukan hanya Kulonprogo. Ada produk-produk unggulan dari seluruh kabupaten/kota, sehingga lingkupnya seluruh DIY," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (4/1).
Agus menjelaskan maksud dari produk yang merepresentasikan Jogja adalah produk-produk yang punya ciri khas dan keunikan yang tidak ada di daerah lainnya. Produk tersebut mampu mewakili potensi alam dan budaya yang ada di Jogja. Sebab menurut Agus Jogja selama ini kuat dengan tiga representasi produk kreatif yakni kuliner, fesyen, dan kerajinan. Tiga macam produk inilah yang diperkirakan akan banyak dicari para wisatawan yang datang ke Jogja.
BACA JUGA
Representasi dalam produk tersebut bisa berupa bahan ataupun material lokal yang digunakan dalam fesyen atau kerajinan. Misalnya material gerabah yang pusatnya berada di Kasongan, Bantul, lurik yang ada di Sleman, ataupun batik yang diproduksi di hampir seluruh wilayah dengan ciri khas masing-masing. Sedangkan pada produk kuliner, cemilan khas yang sudah dikenal sebagai asli Jogja seperti bakpia akan sangat berpotensi untuk dicari.
"Jika kita bicara representasi, artinya produk tersebut harus mampu mewakili citra Jogja. Nah, jangan sampai kita memproduksi barang yang bukan ciri khas Jogja atau bahkan sekadar mendatangkannya dari luar daerah untuk dipasarkan di sini. Ya harus produk Jogja. Maka pasar industri kreatif ini akan sangat luas bagi UMKM lokal," ujarnya.
Namun, Agus menyebut tidak semua produk bisa dipajang ataupun dipasarkan di bandara. Akan ada kurasi yang ketat oleh pemerintah kabupaten/kota setempat untuk menyeleksi produk kreatif mana yang bisa mewakili daerahnya. Dengan segmen bandara internasional, tentu saja standar produk harus premium dari segi kualitas. "Bukan hanya dilihat dari segi harga yang mahal meski itu bisa jadi salah satu indikator. Namun lebih pada kualitas. Contohnya saja ada begitu banyak produk gerabah mulai dari yang paling simpel sampai yang masuk galeri-galeri besar. Bakpia mulai yang diproduksi di gang-gang dalam skala yang kecil sampai pabrik besar. Nanti tentu akan disesuaikan dengan pasar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Drama Penalti Antar Persiba Bantul ke Semifinal Liga Nusantara
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Setelah Mahendra Siregar, Wakil Ketua OJK Ikut Mengundurkan Diri
- KAI Daop 6 Jogja Catat Lonjakan Angkutan Barang 23 Persen
- Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun Rp89.000 per Gram
- Harga Emas Antam Hari Ini Turun Drastis Rp260 Ribu, Cek Daftar Harga
- Harga Emas Dunia Turun Awur-awuran, Koreksi Tertinggi dalam 4 Dekade
- Bapanas Catat Penurunan Harga Cabai dan Bawang, Daging Sapi Naik
- Kepemimpinan OJK-BEI Berubah, Pasar Butuh Kepastian
Advertisement
Advertisement



