2019, Inovasi Harus Terus Dilakukan

2019, Inovasi Harus Terus DilakukanPemilik usaha Imokey, Ridhani Sabrina (Arin) menunjukkan koleksi tas kanvas dan PVC yang dipajang di galerinya, Jumat (4/1). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
05 Januari 2019 10:30 WIB Bernadheta Dian Saraswati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku usaha kreatif di Jogja optimistis menyambut 2019. Bisnis kreatif diprediksi masih terus bertambah dan berkembang selama media sosial masih dimanfaatkan dengan baik dan tepat.

Ridhani Sabrina atau Arin, 23, pemilik galeri Imokey yang bergerak di bidang fesyen mengatakan ke depan pengusaha kreatif memang akan semakin banyak bermunculan. Selama media sosial masih memberikan tempat yang luas untuk sarana promosi, pelaku bisnis kreatif akan semakin bermunculan.

Imokey sendiri adalah sebuah bisnis tas indie yang dijual dengan harga terjangkau. Bahan yang digunakan kebanyakan adalah kanvas. Akhir 2018 kemarin, Imokey meningkatkan level kanvas yang digunakan dari sebelumnya kanvas biasa menjadi kanvas antiair. Hal ini menjadi salah satu trik untuk menghadapi persaingan di dunia fesyen. Tas kanvas antiair dibanderol Rp170.000-Rp185.000.

Usia Imokey belum genap satu tahun tetapi terobosan demi terobosan terus dilakukan yaitu dengan memunculkan ikon baru pada tas. Awalnya, tas Imokey diberi gantungan pom-pom, kemudian beralih pada pin, dan ke depan akan ada pemanis lain yang bisa menarik perhatian konsumen.

Tidak hanya dari kanvas, Imokey juga baru saja meluncurkan tas berbahan PVC. Bahan plastik tebal transparan yang selama ini digunakan untuk bahan pembuat tas alat mandi atau make up, kini bisa tampil sebagai tote bag, tas selempang, maupun tas pinggang. Tas PVC dijual Rp125.000.

Arin menjelaskan keunggulan produknya adalah pada branding. Ia selalu menggunakan model yang sedang digandrungi anak muda untuk menjadi daya tarik. Sementara dari desain selalu up to date. Hal ini diprediksi akan membuat bisnisnya terus bertahan.

"Cara lain untuk mempertahankan bisnis adalah dengan menggelar diskon setiap momentum Natal, Tahun Baru, dan Hari Raya Idulfitri sampai 30 persen," kata Arin di galerinya di Gang Alamanda No. 3 Gejayan, Karanggayam, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (4/1).

Arin yakin akan banyak kreator baru yang lahir pada 2019 ini. "Sekarang anak muda lebih melek industri fesyen. Lebih berani membuka bisnis. Ini pun bisa digunakan sebagai promosi gratis," katanya.

Selama media sosial memberikan manfaat yang baik untuk bidang promosi, maka startup-startup akan banyak bermunculan.

Terus Berinovasi

Pelaku bisnis kreatif lainnya, Dody Andri juga mengakui cara untuk menghadapi tantangan bisnis kreatif pada 2019 adalah dengan melakukan inovasi agar terus menghasilkan produk baru. "Kalau mau bertahan dan berkembang, caranya masih tidak jauh beda dengan tahun lalu. Masih mengikuti pameran-pameran, inovasi produk, konsinyasi ke galeri-galeri, dan mengerjakan konten yang menarik untuk media sosial," kata Dody.

Pria muda ini sedang menggeluti pembuatan kerajinan dari kayu. Tidak hanya nampan kayu, ia juga mengubah bongkahan kayu menjadi speaker maupun tas. "Keunggulan kami selalu mencoba memberikan yang terbaik, baik dari pelayanan maupun produksi," kata pria yang memproduksi tas di Krebet, Pajangan, Bantul ini.

Kayu yang digunakan adalah kayu mindi. Kayu yang memancarkan warna cokelat muda ini dipotong dan dirangkai menjadi beragam bentuk tas, mulai tas jinjing, ransel, sampai tas selempang. Kendati bentuknya kaku, tetapi tas Ruaya bisa tampil untuk mempercantik perempuan.