Mulai April, Dua Maskapai Ini Sudah Beroperasi di NYIA

Mulai April, Dua Maskapai Ini Sudah Beroperasi di NYIA Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko (kanan) berbincang dengan Corporate Communication Senior Manager PT Angkasa Pura I Awaluddin di sela-sela kunjungan ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (9/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
10 Januari 2019 16:35 WIB Hendra Wibawa Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA — PT Angkasa Pura I menargetkan peralihan rute internasional dari Bandara Adisutjipto ke New Yogyakarta International Airport bisa dimulai April 2019.

Corporate Communication Senior Manager Angkasa Pura (AP) I Awaluddin mengatakan bahwa target itu seiring dengan rencana pengoperasian perdana New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada bulan yang sama.

Dua rute internasional yang akan dilayani di NYIA adalah Yogyakarta—Singapura dan Yogyakarta—Kuala Lumpur, Malaysia.

“Fokus pertama NYIA melayani penerbangan internasional, sedangkan penerbangan domestik tetap di Bandara Adisutjipto,” katanya saat berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia) di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, ada dua maskapai penerbangan yang akan pindah ke NYIA yaitu Silk Air dan AirAsia.

Awaluddin menambahkan NYIA tahap I dibangun dengan kapasitas daya tampung sekitar 15 juta penumpang per tahun. Saat ini, progres pembangunan landas pacu atau runway dengan lebar 60 meter dan panjang 3.250 meter masih berlangsung. “Runway proyeksi untuk pesawat Boeing 777,” tegasnya.

Menurutnya, NYIA tahap pertama akan memiliki terminal seluas 130.000 m2 dengan fasilitas apron berkapasitas 35 unit pesawat. Kondisi itu berbeda dengan Bandara Adisutjipto yang hanya memiliki luas terminal 15.000 m2, dengan kapasitas 1,2 juta penumpang per tahun.

Panjang landas pacu Bandara Adisutjipto hanya 2.250 meter, dengan apron berkapasitas 8 unit pesawat.

Dia menambahkan, AP I akan menyiapkan sarana guna mengkoneksikan penerbangan domestik di Bandara Adisutjipto dengan penerbangan internasional di NYIA. “Umumnya connection time sekitar dua jam untuk penerbangan internasional di NYIA,” tegasnya.

Sampai saat ini, Awaluddin tetap memberikan pendampingan bagi masyarakat sekitar yang tanahnya terkena proyek NYIA. AP I telah membangun balai pemberdayaan masyarakat sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat sekitar bandara.

Menurutnya, keberadaan bandara baru akan memberikan efek berganda bagi masyarakat sekitar karena NYIA juga akan membutuhkan usaha ground handling, jasa katering dan lain-lain.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia