Sampoerna Retail Community Undi Pemenang YBKS

Sampoerna Retail Community Undi Pemenang YBKSAsisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiana, Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi oleh para pengurus paguyuban SRC memotong pita tanda dibukanya acara pengundian YBKS, Rabu (20/2). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
20 Februari 2019 19:17 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sampoerna Retail Community (SRC) mengundi pemenang program undian berhadiah dengan nama YBKS (Yuk Belanja ke SRC) di Gedung Multipurpose UIN Yogyakarta, Rabu (20/2/2019). YBKS merupakan hasil swadaya paguyuban SRC yang memiliki inisiatif untuk meningkatkan omset dan loyalitas konsumen yang selama ini berbelanja.

Ketua Paguyuban SRC, Mohammad Kholil menjelaskan SRC mulai ada sejak 2008 . Seiring berjalannya waktu, SRC mulai menggagas sebuah paguyuban dan menjadikannya sebagai wadah kelompok dagang untuk saling mendukung dalam memberikan dampak positif bagi usaha masing-masing. Kini, total ada sekitar 60 paguyuban SRC yang beranggotakan sebanyak kurang lebih 1.500 toko.

Kholis melanjutkan program YBKS juga merupakan program promosi yang diselenggarakan secara mandiri oleh paguyuban SRC. Mekanismenya, setiap berbelanja minimal Rp25.000 pembeli akan mendapatkan satu kupon dengan hadiah utama lima unit sepeda motor dan wisata ke Bali. "Kami juga rutin melakukan pelatihan melalui paguyuban agar anggota bisa saling sharing," ujarnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan para pelaku UMKM harus maju dan berkembang. Salah satunya dengan cara bergabung dalam jejaring SRC. Pasalnya di era modern di mana kehidupan berjalan dengan serba simpel dan cepat seperti saat ini, pelayanan terbaik perlu diterapkan. Selain itu UMKM juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Oleh sebab itu, pihaknya mengapresiasi inisiatif jejaring SRC ini yang ikut ambil bagian dalam pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan bagi UMKM agar termotivasi untuk berinovasi dalam mengembangkan usaha. "Ada pembinaan dan pendampingan dalam hal manajemen pengelolaan toko meliputi strategi pemasaran, manajemen keuangan, dan edukasi penataan toko. Ini perlu disambut dengan baik," katanya.

Apalagi menurut Sri Purnomo, kini pengusaha kecil perlu bersaing dengan toko-toko modern. Maka perbaikan manajemen serta perbaikan pelayanan wajib dilakukan. Dengan begitu, sektor perekonomian daerah bisa makin kuat karena UMKM yang menguat. Pihaknya juga berharap dengan pendampingan ini, UMKM makin besar dan kuat serta omsetnya bisa meningkat.

Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiana mengatakan UMKM merupakan bagian yang penting dalam struktur perekonomian DIY. Pasalnya sekitar 98,3% perekonomian DIY, ditopang oleh UMKM. Maka dari itu, DIY menerapkan konsep ekonomi kerakyatan dengan prinsip dari kita untuk kita. UMKM pun diistimewakan, artinya punya prioritas khusus dalam pengembangannya.

"Mengistimewakan bukan berarti memanjakan. Namun pemerintah punya tiga program khusus untuk UMKM. Pertama, meningkatkan daya juang UMKM. Kedua, mempererat daya kolaborasi salah satunya melalui jejaring SRC ini. Ketiga, meningkatkan daya adaptasi agar UMKM bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman.