Kemenkes Catat 1.443 Kasus Pasung Skizofrenia pada 2026
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan mulai tahun ini Indonesia memerlukan investasi untuk pembangunan infrastruktur digital dalam jumlah besar.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan untuk saat ini pemerintah sudah dapat memastikan angka investasi di sektor tersebut nilainya akan lebih besar untuk dua tahun mendatang.
“Dipastikan angka investasi untuk dua tahun mendatang lebih besar dengan mengombinasikan teknologi yang lebih efisien dengan kemampuan yang lebih besar,” jelasnya, Minggu (3/3/2019).
Rudiantara mengungkapkan Kominfo tengah menghitung nilai investasi untuk pembangunan infrastruktur digital untuk jangka waktu lima tahun mendatang.
Sementara itu, dalam sebuah studi yang dilakukan Axiata dan A.T. Kearney disebutkan Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan nilai investasi untuk sektor infrastruktur digital menjadi 2,5% dari total PDB atau Rp275 triliun-Rp300 triliun per tahun untuk lima tahun ke depan.
Hal tersebut diperlukan khususnya untuk area-area yang dinilai krusial, seperti keamanan siber, jaringan, dan komputasi awan.
Area-area yang dianggap krusial tersebut, meliputi keamanan, jaringan, komputasi awan, data analytics, Internet of Things (IoT), otomatisasi, area kerja digital, omnichannel customer experience, deep customization, dan enhanced responsiveness.
Laporan A.T. Kearney itu menyebutkan investasi infrastruktur digital di Tanah Air saat ini setara 1,3% dari total PDB. Angka tersebut berada di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand (2,4%), Malaysia (4,5%), dan Singapura (6,6%).
Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), mendekati akhir 2018 lalu Indonesia berada di barisan belakang dalam hal realisasi investasi keamanan siber dengan porsi 0,02% dari total PDB.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan Tiongkok sebesar 0,03%, Filipina dan Vietnam sebesar 0,04%, Thailand sebesar 0,05%, dan Malaysia 0,08%.
Sementara di kancah global, laporan Worldwide Semiannual Security Spending Guide yang dirilis International Data Corporation (IDC) beberapa bulan lalu memperkirakan anggaran belanja perusahaan di dunia untuk solusi keamanan TI mencapai US$133,7 miliar pada 2022. Tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) belanja solusi keamanan diperkirakan mencapai 9,9%. Selain itu, pada 2018 layanan yang terkait dengan keamanan menjadi pos belanja terbesar, yakni sekitar US$40,2 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 11,9%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.