UMKM Didorong Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

UMKM Didorong Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0Suasana Pameran UMKM untuk Negeri yang dilangsungkan 16-17 Maret 2019 di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja, Sabtu (16/3)./Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
18 Maret 2019 06:37 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus meningkatkan kualitasnya dalam menghadapi Revousi Industri 4.0.

Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Jogja Tyas Ning Handayani Santi mengungkapkan untuk meningkatkan kualitas itu, pembinaan berkelanjutan dilakukan. Pemkot Jogja juga mengajak semua pihak terkait ikut mengembangkan kapasitas UMKM yang ada di Jogja. "Jumlah UMKM di Jogja sangat dinamis, dari data terakhir kami ada sekitar 23.000. Paling banyak bergerak di bidang kuliner dan kerajinan," ungkap dia.

Para UMKM ini didorong untuk terus meningkatkan kualitas agar semakin bisa menarik minat wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Menurutnya, Jogja sangat kondusif dalam menarik minat masyarakat lokal untuk menjadi pelaku usaha. Selain itu, kondisi kondusif itu juga menarik masyarakat luar Jogja untuk melakukan investasi.

"Ini peluang sekaligus tantangan untuk pemerintah dan pelaku usaha industri kreatif untuk tidak kehilangan momentum. Pasalnya peluang itu sangat potensial untuk dikembangkan," kata dia.

Tentu saja, agar produk bisa diterima oleh pasar harus memiliki kualitas yang bagus. Tak menutup kemungkinan UMKM Jogja dapat menghasilkan produk kelas dunia. Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi jika ada pihak swasta yang memiliki kepedulian untuk memajukan UKM di Jogja.

Ia pun mengapresiasi upaya PT HM Sampoerna yang memiliki program untuk mewadahi UKM dan memberikan pendampingan. Bahkan UKM ini mendapatkan kesempatan untuk memamerkan hasil proses kreatifnya dalam Pameran UMKM untuk Negeri yang dilangsungkan di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja pada 16-17 Maret 2019.

"Kami sambut baik karena UMKM semakin maju. Tampilannya semakin bagus dan berbeda dengan awalnya. Bahkan, ada anak-anak muda yang terlibat. Harapannya semakin banyak perusahaan lain yang memiliki perhatian untuk memajukan UMKM," kata dia.



CSR PERUSAHAAN

Manager Corporate Communications PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) Nazrya Octora mengungkapkan melalui payung program tanggung jawab sosial perusahaan Sampoerna Untuk Indonesia bekerja sama dengan Business & Export Development Organization (BEDO) memberikan pembekalan pengembangan usaha. Pembekalan ini diberikan melalui program Sustaining Competitive & Responsible Enterprises (Score) kepada lebih dari 100 pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) yang merupakan penerima manfaat (beneficiaries) di Jogja, DIY; Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Tengah.

"Program ini merupakan bantuan teknis global yang dikembangkan International Labor Organization [ILO] dalam rangka pengembangan UKM dan sekaligus merupakan upaya dalam menciptakan lapangan kerja. Diawali dengan Score, kerangka program pembekalan pengembangan usaha kemudian dikembangkan menjadi Score Plus agar dapat mengakselerasi proses pendampingan," ujar dia.

Program serupa juga telah dilaksanakan setiap tahun terhitung sejak 2016. Sambutan antusiasme dari pemerintah setempat dan penerima manfaat merupakan salah satu alasan mengapa program ini terus berlanjut setiap tahun. Pada 2018, Score Plus fokus di tiga wilayah yakni Kabupaten Rembang, Kabupaten Pasuruan, dan Jogja. Mengusung nama Wood & Water Hyacinth, program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat, karena selain memberikan pelatihan mengenai pengembangan usaha, pelatihan pengembangan produk dan pelaksanaan 5S, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk didampingi para trainer BEDO dalam bentuk pelatihan.

Program Coordinator Business & Export Development Organization (BEDO) Muhammad Satria Nugraha menjelaskan di Jogja, program ini bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan transmigrasi Kota Jogja. Kerja sama ini dimulai dengan sosialisasi pada September 2018, diikuti dengan lima kali pelatihan intensif yang masing-masing terbagi dalam dua kelas, kelas craft dan kelas makanan dan minuman.

"Setiap pelatihan diikuti oleh konsultasi bisnis dan coaching peserta untuk mendorong mereka menjalankan rencana tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan usaha mereka. Pada Oktober peserta mendapatkan kesempatan mengunjungi beberapa usaha di Jogja yang sudah lebih dulu menjalankan program Score, sebagai benchmark untuk bisa direplikasi," kata dia.

Beberapa peserta program juga telah diikutsertakan dalam pameran Trade Expo Indonesia 2018 yang diadakan di Jakarta pada 24-28 Oktober 2018 dan Sampoerna Entrepreneurship Training Centre (SETC) Expo 2018 yang mengambil tempat di Denpasar pada 15-16 Desember 2018. Beberapa peserta juga mendapat kesempatan untuk bergabung pada Pameran UMKM untuk Negeri yang dilangsungkan di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja pada 16-17 Maret 2019.