Siap-siap, Rumah Kontrakan Akan Dikenakan Pajak di 2027
Kemenkeu menyiapkan perluasan basis pajak 2027 dengan menyasar potensi penerimaan dari aset properti yang disewakan.
Salah satu pedagang menjual cabai rawit merah di Pasar Bantul, Selasa (7/11/2023)(Harian Jogja/Lugas Subarkah)
Harianjogja.com, JAKARTA — Tingkat inflasi Indonesia Juni 2025 mencapai 0,19% secara bulanan (month to month/MtM), naik dari posisi Mei 2025 yang deflasi 0,37%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap beras, cabai rawit, bawang merah, hingga tomat menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Juni 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan komoditas beras, cabai rawit, bawang merah, dan tomat masuk ke dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Adapun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan inflasi sebesar 0,46% dengan andil inflasi 0,13% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juni 2025.
Kondisi ini berbeda dengan periode sebelumnya. Pada Mei 2025, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebelumnya justru menjadi penyumbang deflasi.
“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan infllasi sebesar 0,46% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,13%,” kata Pudji dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS pada Selasa (1/7/2025).
BACA JUGA: Pakar Energi UGM Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Sudah Tepat
Pada Juni 2025, Pudji mengungkap beras memberikan andil inflasi sebesar 0,04% mtm dan cabai rawit dengan andil inflasi 0,03% mtm. Diikuti, bawang merah dan tomat dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02% mtm.
“Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi di Juni 2025 secara bulanan pada kelompok ini adalah komoditas beras, cabai rawit, bawang merah, dan tomat,” ujarnya.
Sementara itu, komoditas yang meredam inflasi alias mengalami deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah bawang putih dan cabai merah dengan andil masing-masing sebesar 0,03% mtm.
“Komoditas beras sebagai komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini dengan tingkat inflasi 1% dan andil inflasi sebesar 0,04%,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemenkeu menyiapkan perluasan basis pajak 2027 dengan menyasar potensi penerimaan dari aset properti yang disewakan.
PDIP mendukung putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun untuk memperjelas yurisdiksi peradilan.
SAPMA Pemuda Pancasila DIY bersama BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Nglipar.
Mataram Legacy Run digelar 22 November 2026 di Kotagede, mengajak pelari menyusuri kawasan bersejarah sambil menikmati kuliner dan kerajinan lokal.
APJII Jabar mencatat 9.662 pelanggan internet terdampak penertiban kabel di Bandung. Tenggat pemulihan berakhir 26 Oktober 2026.
Persela Lamongan ditahan De Red FC 2-2 di Stadion Surajaya. Gol menit akhir membuat tim Bima Sakti gagal mengamankan kemenangan.