Advertisement
Santika Premiere Dukung Gerakan Earth Hour
Ilustrasi bagian depan Hotel Santika Premiere Jogja - Hotel Santika Premiere Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Hotel Santika Premiere Jogja menunjukkan komitmen untuk mendukung gerakan melindungi bumi dengan berpartisipasi dalam Earth Hour. Sebuah gerakan global yang diprakarsai oleh Worldwide Wildlife Fund for Nature (WWF) untuk memadamkan lampu pada Sabtu (30/3) pukul 20.30–21.30 WIB.
“Upaya ini adalah salah satu langkah kecil yang harus dilakukan dan bentuk komitmen hotel untuk ikut melawan perubahan iklim. Semoga melalui gerakan ini, dapat menginspirasi tamu untuk dapat melestarikan energi bumi demi kelangsungan hidup manusia di masa yang akan datang,” ucap General Manager Hotel Santika Premiere Jogja, Janto Prawira, melalui siaran pers, Kamis (4/4).
Advertisement
Suasana hotel malam itu menjadi indah karena cahaya pengganti ramah lingkungan menghiasai beberapa sudut hotel. Lampu yang dipadamkan mulai dari area luar hotel, restoran, lobi dan beberapa area publik yang lain.
Selain melibatkan para karyawan, Hotel Santika Premiere Jogja juga turut mengajak para tamu yang malam itu menginap untuk melakukan gerakan kecil mematikan lampu selama 60 menit.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Saldo Terancam? Ini 11 Tips Aman M-Banking dari OJK
- Grab Pastikan Bonus Hari Raya Mitra Pengemudi Cair Sebelum Lebaran
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Almarhum Ustaz Jazir Dianugerahi Penghargaan Inovator Manajemen Masjid
- Tentrem Ing Rasa Ramadan 2026 Hadirkan Kolaborasi Chef Tiga Kota
- Ekspor Tekstil Nol Persen ke AS, PHK DIY Diprediksi Turun
- Harga Emas 28 Februari 2026 Stabil, Cek Galeri24 dan UBS
- Harga Pangan Terbaru Sabtu 28 Februari 2026
- Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp40.000, Tembus Rp3.085.000 per Gram
- Ekonom UMY Soroti ART Indonesia-AS: Peluang Ekspor, Ancam Petani Lokal
Advertisement
Advertisement









