Akar Jawi Hadirkan Perawatan Tubuh Berbahan Alami

Akar Jawi Hadirkan Perawatan Tubuh Berbahan AlamiUmmi Salamah menunjukkan produk Akar Jawi yang merupakan produk perawatan wajah dan tubuh berupa masker dan lulur berbahan alami di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja, beberapa waktu lalu./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
20 April 2019 07:57 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit semakin tinggi. Tak ayal jika produk skincare semakin banyak. Di antara banyaknya pilihan produk buatan pabrik baik dalam negeri maupun luar negeri, Akar Jawi hadir sebagai pilihan perawatan wajah dan tubuh yang alami.

Owner produk Akar Jawi Ummi Salamah mengatakan awal mula ia mengreasikan Akar Jawi pada 2012. Ketika itu ia memiliki masalah dengan kulit wajahnya yang berjerawat lantaran penggunakan sabun muka berbahan kimia.

"Jerawat saya waktu besar-besar. Kemudian saya bikin ramuan sendiri untuk perawatan wajah saya. Hasilnya, jerawat besar-besar itu hilang," kata dia kepada Harian Jogja di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja, beberapa waktu lalu.

Ummi tidak membuat ramuan itu secara asal-asalan melainkan dengan bahan dan takaran yang pas. Ia memiliki pengetahuan untuk meracik bahan alami lantaran kuliah jurusan Farmasi Tradisional.

Pembuatan produk Akar Jawi itu pun menjadi sarana mempraktikkan hasil belajar sekaligus menjadi solusi persoalan kulit. Rupanya, produk itu juga digemari masyarakat sehingga ia membuatnya untuk bisa dinikmati masyarakat.

Saat ini Ummi mengembangkan usahanya di Rembang, Jawa Tengah. Namun, sebelum itu, ia mengembangkan produk Akar Jawi terlebih dahulu di Sewon, Bantul, DIY. Meskipun telah pindah, DIY tetap berkaitan dengan usahanya lantaran permintaan Akar Jawi di DIY cukup tinggi. Tak hanya dijual di toko, Akar Jawi juga diminati pengusaha salon dan spa.

Produk yang ia sediakan beragam mulai dari masker wajah, lulur, aroma terapi, hingga rempah mandi. Lulur yang disediakan misalnya green tea, lulur putih, sedangkan masker misalnya masker ceker untuk mencegah keriput, masker jerawat.

Setiap bulan, ia memproduksi sekitar 1.000 kemasan dengan harga bervariasi dari Rp5.000 hingga Rp25.000 per kemasan. "Selain dijual di DIY dan Solo [Jawa Tengah], ada juga peminat dari luar Jawa seperti Kalimantan. Mereka beli secara online," kata dia.

 

Tak Instan

Sejauh ini, berdasarkan pengalaman dari pelanggannya, banyak yang cocok dengan produk tersebut. Ia mengedukasi para konsumennya lantaran memakai bahan alami, maka diperlukan proses hingga terlihat hasilnya. "Tidak ada yang instan. Karena banyak juga yang ingin langsung ada hasilnya pada pemakaian pertama," urai dia.

Ia mengklaim produknya tidak membawa efek samping lantaran bahan yang digunakan alami. Ketika konsumen tidak cocok, jika masalah yang dihadapi jerawat, maka jerawat itu masih ada. "Enggak ada efek sampingnya. Kalau enggak cocok ya misal jerawatan ya jerawatnya masih ada. Enggak terus kulitnya jadi hitam atau gimana," tutur dia.

Lantaran menggunakan bahan alami, Ummi tak ingin menggunakan kemasan yang tidak ramah lingkungan. Kemasannya pun dilengkapi dengan ziplock sehingga pelanggan tak perlu khawatir produknya tumpah.

Untuk mempromosikan produknya ia memanfaatkan media sosial seperti Instagram @ummiakarjawi. Ia juga kerap mengikuti pameran ataupun bazar agar produknya semakin dikenal masyarakat. Ummi pun senang jika ada pengunjung yang bertanya mengenai produk tersebut. Di saat itulah ia bisa menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai manfaat bahan alami untuk tubuh.