PRBJ Siap Hadirkan Berbagai Kuliner

PRBJ Siap Hadirkan Berbagai KulinerAneka makanan kalengan khas Jogja - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 April 2019 06:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—InSEd Prodiction dengan sponsor tunggal Waroeng Spesial Sambal SS hadirkan festival kuliner dengan judul Waroeng SS Pasar Raya Boga Jogjakarta (PRBJ) 4, di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida, Kamis (25/4)-Minggu (28/4).

Direktur Waroeng Spesial Sambal SS, Yoyok Hery Wahyono mengatakan secara keseluruhan event kali ini tidak banyak perbedaan dengan sebelumnya. Namun dengan tagline terbesar, terlengkap, terbersih dan terindah, acarat ini ingin menjadi lebih unggul dibanding yang lain. “Yang membedakan mungkin salah satunya agenda lebih banyak,” ucap Yoyok kepada awak media, Minggu (21/4).

Berbagai lomba mulai dari memasak, lomba drumband tingkat SD dan SMP memperebutkan piala Direktur Waroeng SS dengan total hadiah Rp20 juta. Kemudia lomba tonti tingkat SMA/SMK memperebutkan piala Danyonif 403/WP dengan total hadiah Rp20 juta. Ada juga kontes ukir buah, talkshow, stand up comedy, dagelan Mataram, akustik band, demo masak dan kembang api.

Ia juga menjelaskan terlengkap berarti ingin menunjukkan beragamnya kategori makanan dari setiap gerai. Selain itu yang membuat khas acara ini adanya boga legenda, yang jarang sekali mau ikut festival kuliner. Karenanya, pada event kali ini mengedepankan tema cita rasa boga ciptakan hangat suasana.

Selain terlengkap dari segi tenant, pada gelaran ini juga lengkap dengan fasilitas pendukung untuk para pengunjung hingga mainan untuk anak dari yang modern hingga permainan tradisional. Pada pembukaan akan ditampilkan Marching Band UNY, Tari Saman dan atraksi pleton dari anggota Yonif 403/WP.

Jika melihat antusiasme pengunjung dari gelaran ini sebelumnya mencapai 14.000 per hari, pada event kali ini pihaknya berharap kunjungan meningkat yaitu sebanyak 16.000 per hari. Tidak hanya kunjungan orang yang datang, perputaran uang digelaran inipun diharapkan meningkat.

“Pengalaman kemarin omzet per stand jika di rata-rata kisaran Rp10 juta per hari. Jadi jika kemarin ada 65 total kisaran Rp650 juta per hari. Harapannya tahun ini meningkat rata-rata per stand di angka Rp13 juta per hari,” ucapnya.