Advertisement
Pekan Pertama Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Stabil
Pembeli memilih bawang putih di salah satu kios sembako di Pasar Argosari, Wonosari, Rabu (10/4/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pada pekan pertama bulan Ramadan harga sejumlah kebutuhan pokok dinilai masih stabil hingga saat ini. Berbagai upayapun coba dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY untuk menjaga harga tetap stabilitas.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto mengatakan secara umum ketersediaan bahan pokok cukup dan aman. Untuk harga secara keseluruhan stabil. “Hanya beberapa harga yang mengalami kenaikan seperti cabai. Itupun karena permintaan tinggi. Untuk bawang putih juga sudah mengalami penurunan secara signifikan, sudah diangka Rp38.000/kilogram (kg),” ucap Yanto, Selasa (14/5).
Advertisement
Harga bawang putih tersebut dimungkinkan oleh Yanto akan kembali turun karena stok telah mencukupi. Stabilitas harga tersebut diungkapkan Yanto juga terjadi pada komoditas daging ayam dikisaran Rp33.000/kg, telur Rp22.500/kg, gula Rp12.000/kg dan persediaan mencukupi.
Adapun harga untuk cabai yang dinilai mengalami kenaikan, yaitu untuk harga cabai merah keriting rata-rata dari tiga pasar besar di Jogja yaitu Beringharjo, Kranggan dan Demangan Rp23.000/kg, sementara cabai merah besar Rp32.000/kg. Kemudian cabai rawit hijau Rp20.600/kg dan Cabai rawit merah Rp21.000/kg.
BACA JUGA
Untuk menjaga stabilitas selama bulan puasa ini dikatakan Yanto pihaknya juga terus melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok. Selain itu juga diselenggarakan pasar murah dan bazar pada Kamis (16/5) dan Jumat (17/5) mendatang di kantor Disperindag DIY. “Akan diadakan juga 10 kali di Kabupaten/Kota,” katanya.
Kepala Bulog Divre DIY, Rini Andrida mengatakan telah mengantisipasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi. Berbagai upayapun dilakukan guna penstabilan harga tersebut. “Kalau bicara beras bukan OP (Operasi Pasar) tetapi KPSH (Ketersedian Pasokan dan Stabilisasi Harga). Kalau OP saat harga naik, tetapi kalau KPSH sepanjang tahun ada program itu,” katanya.
Diungkapkannya KPSH tersebut bermacam-macam salurannya, dapat melalui Rumah Pangan Kita (RPK), upaya mendekatkan titik transaksi dengan masyarakat, kemudian memasok di pasar-pasar mitra, dan berbagai saluran lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Truk Terjun ke Sungai di Deandels Kulonprogo, Sopir Selamat
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Bukber di Kulonprogo, Santap Kambing Guling dengan View Bandara
- Promo Bright Gas Ramaikan Kampoeng Ramadan Jogokariyan 2026
- Menperin: Produksi Pikap Mampu Penuhi 70.000 Unit, Potensi Rp27 T
- BI Yakin Inflasi Ramadan 2026 Terkendali di Target 2,5 Persen
- Tukar Uang Baru Lebaran 2026 Lewat PINTAR BI Dibuka 26 Februari 2026
- Update Harga Emas Batangan 20 Februari 2026: UBS & Galeri24 Naik
- Disperindag DIY Gelar 3 Pasar Murah, Sediakan 14 Ton Bapok Per Lokasi
Advertisement
Advertisement







